Berontak! Wanita Iran Ramai-ramai Buka Jilbab di Depan Umum, Ada Apa?


SURATKABAR.ID – Untuk memprotes undang-undang yang memaksa wanita mengenakan jilbab di depan khalayak, beberapa aktivis wanita muda Iran beramai-ramai wanita muda Iran beramai-ramai tempat umum. Dengan rambut yang terurai, tampak gambar-gambar aksi sejumlah wanita aktivis tersebut mewarnai berbagai media sosial.

Dengan rambut tergerai, sejumlah wanita terlihat memegang jilbab mereka di ujung tongkat dan berdiri di atas kotak utilitas di trotoar jalan. Demikian sebagaimana dikutip dari liputan Tempo.co, Selasa (06/02/2018).

Mereka melakukan aksi protes tersebut dalam rangka mendukung seorang wanita yang sebelumnya ditahan usai melepas jilbabnya. Diketahui ia melepas hijabnya dalam aksi massa anti-pemerintah akhir tahun lalu di Teheran.

Suara pemberontakan ini telah menyebar sejak Vida Mohaved, nama perempuan yang ditangkap pada bulan Desember 2017 oleh pemerintah Iran tersebut. Mohaved melepaskan jilbabnya saat gelombang demonstrasi anti-rezim. Belakangan ia kemudian dibebaskan pada hari Minggu lalu.

Baca juga: Agar Suara Tak Diambil PKS, PAN Minta Kadernya Rajin Shalat Berjamaah

Berbagai kiriman dan unggahan di media sosial telah menggunakan hashtag “Revolution Street Girls,”—yang merupakan penghormatan bagi Mohaved—yang demonstrasi awalnya terjadi di jalan raya pusat kota Teheran, Jalan Enghelab. Demikian mengutip liputan dari laman EgyptToday.com.

Video Mohaved berdiri di sebuah kotak gardu listrik, dengan rambut hitamnya yang terurai dan jilbab putihnya menggantung di ujung tiang, telah disebarkan secara online.

Dikenal sebagai “Girl of Enghelab Street,” Vida Movahed (31) ditangkap lantaran melepaskan jilbabnya untuk memprotes hukum jilbab wajib di Iran.

Kendati pihak pemerintah mulai melonggarkan peraturan mengenai penggunaan jilbab, namun aksi protes dan pemberontakan tersebut tetap dilakukan.

Sebelumnya, diketahui bahwa wanita Iran yang membiarkan jilbab mereka terbuka bisa diingatkan oleh polisi agama. Namun pasukan ini dianggap ‘kurang menonjol’ di bawah rezim Presiden Hassan Rouhani.

Selain itu, pihak berwenang juga mengumumkan bahwa wanita yang mengemudi dengan penutup kepala yang tidak benar tak akan lagi ditangkap. Mereka hanya akan dikenai denda yang relatif kecil.

Sejauh ini, pelonggaran penegakan hukum telah membuat wanita muda lebih berani mengekspresikan diri dengan cara melepas jilbab.

Selama berdemonstrasi di seluruh negara bagian bulan lalu, Mohaved telah menarik perhatian publik lantaran pihaknya berani blak-blakan menentang kondisi ekonomi dan korupsi yang terjadi. Sosoknya juga dinilai mampu mewakili suara ketidakpuasan publik yang tak menentu dengan pemerintah Iran saat ini.

Memasuki pertengahan Januari lalu, lebih dari 400 orang ditahan dalam demonstrasi anti-pemerintah.

Tak hanya itu, tercatat 21 orang meninggal dalam demonstrasi anti-pemerintah tersebut. Sedangkan sejumlah orang yang tak diketahui persis harus ditahan selama enam hari. Sejak 2009, demosntrasi tersebut merupakan aksi massa terbesar bagi rezim Iran.

Baca juga: Waduh! Iran Tangkap 29 Wanita karena Tak Pakai Jilbab

Mahmoud Sadeghi yang merupakan anggota parlemen Iran mengaku bahwa sekitar 3.700 orang telah ditangkap. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari angka resmi yang dirilis pihak berwenang setelah demonstrasi dimulai pada 28 Desember 2017 lalu.

Berikut adalah video Vida Movahed sebagaimana dilansir dari laporan eaworldview.com.