Ustaz Yusuf Mansur Dituduh Sebar Cerita Fiktif Demi Menjaring Jemaah


Foto: Tirto

SURATKABAR.ID – Jam’an Nurchotib Mansur alias Yusuf Mansur dinilai bermasalah mengenai metode dakwahnya. Untuk mengajak para jemaah bersedekah, ia pun dianggap membangun narasi “dramatik” yang diduga sebenarnya itu fiktif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Darso Arief Bakuama, yakni penulis Yusuf Mansur Menebar Cerita Fiktif, Menjaring Harta Umat dan Banyak Orang Bilang: Yusuf Mansur Menipu. Kedua buku tersebut diterbitkan oleh Teras Publishing pada tahun 2016.

Darso lantas menganalisis ceramah dari Yusuf Mansur secara langsung dan juga melalui video unggahan di YouTube.

“Saya berkesimpulan ada pola Yusuf Mansur dalam pengumpulan sedekah. Itu dalam setiap ceramah dia, memotivasi orang untuk mengeluarkan uang, harta, asetnya untuk diserahkan ke dia dengan judul sedekah. Itu dibangun dengan cerita-cerita yang menurut saya fiktif,” ujar Darso, seperti dikutip dari Tirto.id lewat wawancara pada 2 Juli lalu.

Baca juga: Dibatalkan MK, Pasal Penghinaan Presiden Kembali Masuk RKUHP. Apa Sebabnya?

Ketika reporter Tirto mengonfirmasi tentang metode dakwahnya, khususnya mengenai pembukuan sedekah jemaah yang minim transparansi, Yusuf Mansur enggan memberikan penjelasan.

“Enggak usah diluruskan. Saya salah. Insyaallah saya perbaiki. Saya penuh dengan ketidaktahuan,” ucap Mansur, pada 7 Juli lalu. “Insyaallah saya akan belajar terus. Jadi, saya tidak akan bela diri. Saya minta maaf saja. Sebagai ustaz, sudah banyak menyusahkan.”

Yusuf Mansur pun tidak menanggapi pertanyaan lain, terkait tindakan yang mungkin berakibat pidana.

Ahmad Satori Ismail, Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), mengakui bahwa Yusuf Mansur mempunyai “metode tersendiri” untuk berdakwah. Caranya menyampaikan dakwah berdasar pada prinsip dan juga keuntungan dari bersedekah.

Baca juga: Tragis! Wanita Cantik Ini Tewas Ditembak Setelah Menolak Lamaran Seorang Pria

“Saya kira baik. Hanya saja khawatir kalau seorang dai kemudian banyak tenggelam di dalam masalah bisnis. Dikhawatirkan, kalau dai kemudian menyatukannya dengan bisnis, dikhawatirkan ada hal-hal yang mungkin kurang pas,” ujar Ismail, pada 10 Juli lalu.

Walau demikian, Ahmad Satori menilai bahwa Mansur merupakan dai yang mempunyai basis jemaah ‘cukup kuat’ tentang wacana keislaman serta hafal Alquran. Namun, bisnis memang memiliki risiko, kata dia, tidak selamanya dapat berjalan mulus.

“Nah, ini bisa menjadi sandungan-sandungan bagi seorang dai,” ungkap Satori.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaViral Video Tikus Mandi Seperti Manusia, Fakta Dibaliknya Mengejutkan
Berita berikutnyaSetya Novanto Sebut Golkar Beruntung Jika Mendapatkan Fahri Hamzah