Heboh! Bola Api Terbang di Langit Peru Disebut UFO Milik Alien


SURATKABAR.ID – Awal pekan ini, warga Peru dihebohkan oleh munculnya bola api raksasa yang diduga merupakan UFO (Unidentified Flying Object/ Benda Terbang Tak Dikenal) milik alien. Dikabarkan, bola api berukuran besar tersebut terlihat meluncur menembus langit.

Melansir laman Tempo.co, Senin (05/02/2018), bola api yang dimaksud tertangkap video melalui ponsel genggam seorang pria. Karena bola api itu bergerak dengan cara yang tak lazim dan tak dapat dijelaskan, tak pelak bola api tersebut diduga merupakan Unidentified Flying Object (UFO) yang dikendarai alien.

Dengan tegas, Alejandro Fonesca selaku ahli meteorologi dari Universidade Federal do Acre menandaskan bahwa tak ada meteor yang jatuh di daerah tersebut. Dia memperkirakan bola api itu adalah satelit tua yang jatuh.

“Ketika puing-puing memasuki atmosfer, guncangan terjadi di bawah gesekan intens dan menyebabkannya terbakar,” ujar Fonesca, seperti dilansir laman Outer Places terbitan 31 Januari 2018 lalu.

Baca juga: Tak Disangka! Bukan Cuma Menguap, 6 Kebiasaan Ini Juga Menular

Sementara itu, Angkatan Udara Peru juga merilis foto benda yang tampak terbakar tersebut. Dijelaskan oleh Otoritas Pertahanan Peru, pihaknya menduga benda tersebut merupakan satelit pemerintah atau swasta yang mengalami kecelakaan akhir-akhir ini.

Sedangkan laporan European Space Agency (ESA) menuturkan, setidaknya ada lebih dari 170 juta keping puing-puing sampah antariksa.

“Bisa jadi itu adalah salah satu puing-puing tersebut,” ungkap ESA yang tertulis dalam laporannya.

Ilmuwan Katakan Alien adalah Robot

Selama ini, alien kerap disebut mempunyai karakteristik tubuh yang aneh—jika tak bisa dibilang menakutkan. Banyak kultur yang menggambarkan sosoknya bermata hitam besar berbentuk kacang almond, dengan kulit berwarna abu-abu serta kepala lonjong yang tampak ganjil. Namum, ada kemungkinan bahwa alien sesungguhnya adalah robot abadi yang berusia miliaran tahun.

Melansir laman Metro.co.uk via Tempo.co, alien mungkin adalah robot-robot yang begitu tua. Susan Schneider dari Universitas Connecticut dan Institute for Advanced Studies di Universitas Princeton mengungkapkan bahwa mesin artifisial asing mungkin sudah berada di luar sana dan bisa berusia miliaran tahun.

“Saya tidak percaya bahwa peradaban asing paling maju akan bersifat biologis. Peradaban yang paling canggih bisa saja berbentuk post-biologis, bentuk kecerdasan buatan yang asing,” beber Susan.

Banyak ilmuwan percaya bahwa alien pertama yang dihadapi oleh manusia adalah robot. Menurut pendapat para ilmuwan, periode dari penemuan gelombang radio, hingga organisme mengubah diri menjadi robot abadi akan terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

Seperti yang dituturkan oleh Ray Kurzweil, ilmuwan dari Google, misalnya. Dia telah meramalkan bahwa manusia akan bergabung dengan mesin di bumi pada 2050. Hasil dari riset ini adalah besar kemungkinan manusia akan bertemu alien setelah sosok kita berubah menjadi mesin.

Seth Shostak dari The Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI), sebuah biro peneliti yang meriset makhluk ekstraterestrial atau alien, juga mempunyai pandangannya tersendiri terkait alien.

“Perhatikan fakta bahwa setiap sinyal yang kita ambil harus berasal dari peradaban setidaknya setinggi kita. Sekarang, secara konservatif, rata-rata peradaban akan menggunakan radio selama 10 ribu tahun,” ujarnya.

Baca juga: Kafe Unik di Mesir, Pengunjung Bisa Bersantai dengan Anjing Mereka

Menurutnya, manusia punya kesempatan sangat tinggi untuk bertemu dengan masyarakat yang jauh lebih tua peradabannya daripada kita sendiri.