Tiru Cara AS Soal Dukcapil, Anies Terbitkan ‘Si Dukun’


SURATKABAR.ID – Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta baru saja menerbitkan program terbaru. Program bagi keluarga yang baru memiliki bayi ini dinamai “Si Dukun 3 in 1” alias Sistem Integrasi Layanan Kependudukan 3 in 1. Lewat program ini, bayi yang baru lahir bisa langsung menerima enam dokumen kependudukan secara gratis, tanpa dipungut biaya.

Sehubungan dengan diluncurkannya program baru ini, Anies mengaku terinspirasi dari pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) di Amerika Serikat. Demikian sebagaimana dikutip dari reportase CNNIndonesia.com, Jumat (02/02/2018).

Lantas apa saja enam dokumen kependudukan yang gratis diterima khusus bagi bayi baru lahir ini? Enam dokumen tersebut adalah:

  1. Surat keterangan kelahiran dokter,
  2. Nomor induk kependudukan (NIK) anak,
  3. Kartu keluarga (KK) yang sudah tercantum nama dan NIK anak,
  4. Akta kelahiran anak,
  5. Kartu identitas anak, dan
  6. Nomor identitas kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Baca juga: Terungkap! Tak Disangka Ada 5 Sejarah yang Dipercaya Orang Banyak Ternyata Palsu, Ini Fakta yang Sebenarnya

“Jadi, ibu yang melahirkan bisa pulang membawa bayi bersama enam dokumen itu,” ujar Anies saat peresmian sistem di RSIA Budi Kemuliaan, Jakarta, Jumat (02/02/2018).

Anies melanjutkan, proses untuk mendapatkan enam dokumen itu hanya dilakukan di rumah sakit tempat berlangsungnya persalinan. Orang tua cukup sekali mendatangi kelurahan untuk meminta tanda tangan lurah pada kartu keluarga.

Diketahui, program ini merupakan program integrasi antara tiga instansi, yakni Dinas Dukcapil, BPJS, dan rumah sakit.

“Layanan melahirkan ini hal yang bermanfaat. Ketika ibu yang melahirkan pulang membawa bayinya dan seluruh dokumen legalitas untuk bayinya. Semuanya selesai,” ujar Anies. Demikian dikutip dari liputan Kompas.com.

Program ini bertujuan agar setiap anak yang baru lahir langsung mendapatkan akta kelahiran yang sudah memiliki NIK. NIK kemudian diintegrasikan dengan data keluarga, sehingga KK langsung bisa dicatat di rumah sakit.

Tak hanya itu saja, NIK bayi juga akan langsung terintegrasi dengan data BPJS. Dengan demikian, bayi yang baru lahir bisa menikmati fasilitas kesehatan BPJS.

Dalam operasionalnya, Disdukcapil menempatkan tenaga operator di rumah sakit. Selain itu, pihak rumah sakit akan mengintegrasikan pelayanan akta kelahiran dalam pelayanan persalinan.

Selanjutnya, Disdukcapil akan mengintegrasikan database kependudukan secara online ke database BPJS Kesehatan dengan kunci akses NIK. Sehingga, bayi yang baru lahir dan telah mendapatkan NIK bisa langsung mendapatkan jaminan kesehatan BPJS.

“Kami merasa bersyukur hari ini ada 10 RS di Jakarta yang sudah bekerja dengan pendekatan ini. Tadi kata Pak edison baru 95,3 persen (yang memiliki akta), kita harus 100 persen. Ini Ibu Kota, di Ibu Kota enggak boleh ada anak tertinggal,” tambah Anies.

Saat ini, program Si Dukun 3 in 1 baru resmi dilaksanakan di 10 rumah sakit, yakni:

  1. RSUD Tarakan,
  2. RSUD Koja,
  3. RSUD Tanjung Priok,
  4. RSUD Cengkareng,
  5. RSUD Pasar Minggu,
  6. RSUD Budi Asih,
  7. RSUD Pasar Rebo,
  8. RSUD Pulau Seribu,
  9. RSUP Fatmawati, dan
  10. RSIA Budi Kemuliaan.

Kenangan di Amerika

Mengenai asal muasal idenya tersebut, Anies pun sedikit berbagi cerita terkait pengalamannya dulu. Belasan tahun silam, ia ikut mendampingi sang istri, Fery Farhati Ganis, saat melahirkan putri pertamanya, Mutiara Baswedan, di Illinois, Amerika Serikat.

Ketika persalinan tersebut, dokter yang membantu kelahiran si sulung meminta Anies memotong tali pusarnya. Walau merasa nervous, Anies tetap melakukannya.

“Begitu lahir, dokter menyiapkan gunting untuk memotong tali pusar. Tahu-tahu, gunting diputar dan dikasih ke saya. Dokter meminta saya untuk mengguntingnya. ‘Anda yang potong, it’s your turn'” kenangnya.

Lanjut Anies, dokter itu mengatakan bahwa pemotongan tali pusar oleh ayah merupakan simbol si bayi yang kini menjadi tanggung jawab orang tua sepenuhnya.

“Mulai hari ini bayi itu tanggung jawab Anda. Anda yang potong (tali pusar), Anda yang tanggung jawab,” tutur Anies menirukan perkataan sang dokter.

Baca juga: Fahri Hamzah: Pak Anies Bawedan Itu Jangan Sibuk Tanpa Design Perencanaan Kerja

Sesudah proses itu, nama Anies bisa dengan mudah masuk dalam kepengurusan surat-surat kelahiran di Amerika.

“Dua hari kemudian, saya pulang dengan seluruh dokumen birth ceritifate. Mudah-mudahan di Indonesia begitu dan Alhamdulillah sekarang bisa,” pungkasnya.