Subhanallah! Populasi Muslim di Kamerun Terus Bertambah Secara Signifikan


SURATKABAR.ID – Populasi Muslim di salah satu negara di Afrika, Kamerun, terus bertambah secara signifikan. Berdasarkan catatan sejarah, Islam sendiri memang merupakan salah satu agama yang tumbuh paling cepat di dunia.

Seperti diwartakan laman republika.co.id yang melansir Andolu Agency, hal itu disampaikan oleh Syekh Mohamed Malik Farouk, imam utama Doula, Kamerun.

Syekh Malik mengatakan bahwa muslim di sana aktif bersosialisasi. Mereka saling menghimpun masyarakat setempat untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

Mereka juga, ucap Syekh Malik, membangun masjid baru setidaknya setiap dua tahun sekali untuk. Hal tersebut mereka lakukan untuk menampung penduduk pemeluk agama Islam yang terus bertambah.

“Perluasan masjid yang ada dan pembangunan masjid baru dengan jelas menunjukkan bahwa Islam berkembang sangat cepat di Douala dan Kamerun pada umumnya,” papar Syekh Malik.

Baca Juga: Waduh! Presiden Instruksikan Supaya Izin Tenaga Kerja Asing Dipermudah

Syekh Malik pun mengaku bersyukur dengan berdirinya masjid di berbagai wiayah. Hal ini tentu memudahkan umat Islam untuk berkumpul, menyiarkan dakwah, dan shalat berjamaah.

Seperti di negara manapun, masjid di Kamerun juga merupakan pusat kegiatan keagamaan, termasuk di dalamnya adalah pendidikan keagamaan yang diperuntukkan dan digemari anak-anak.

Islam sendiri pertama kali berkembang di Kamerun sejak tahun 1800-an. Proses masuknya Islam ke sana dibawa oleh pedagang muslim yang datang dari berbagai negeri. Selain melakukan penjualan di daerah pesisir, mereka juga menyebarkan agama Islam.

Tercatat mesjid besar pertama di kamerun dibangun pada 1922. Jumlah populasi muslim di sana pun terus meningkat. Di Kota Doula, ada lebih dari 90 masjid. Kota itu jadi tempat tinggal bagi sekitar 500 ribu warga muslim.

Masih dilansir dari republika.co.id, menurut Facebook CIA, jumlah Muslim di sana ada sekitar 20 persen dari total populasi yang berjumlah 20,5 juta. Warga muslim tersebut umumnya tinggal di Kamerun utara dan berasal dari suku-suku besar seperti Fulani dan Peuhl.

Berbeda dari beberapa negara Afrika lainnya, konstitusi Kamerun menetapkan kebebasan beragama pada warganya. Pemerintah di sana umumnya menghormati hak dalam praktik beribadah masing-masing warga.