Geger Suplemen Mengandung DNA Babi Beredar Luas, Bamsoet Beri Instruksi untuk Lakukan…


SURATKABAR.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo dalam rapat pimpinan (rapim) DPR pada Kamis (1/2) menyoroti polemik suplemen Viostin DS dan Enzyplex yang terbukti mengandung deoxyribonucleic acid (DNA) babi.

Politisi dari partai politik Golkar yang lebih akrab dengan sapaan Bamsoet ini mengungkapkan bahwa dalam rapim kali ini membahas pernyataan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait hasil uji sampel suplemen Viostin DZ dan Enzyplex tablet, dilansir dari Jawapos.com.

Dari hasil uji sampel suplemen buatan PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories ditemukan kandungan DNA babi. Melalui laman resminya, BPOM memberikan intruksi dua perusahaan yang bersangkutan untuk menghentikan produksi dan juga pendistribusian produk-produk yang disebutkan.

“Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA babi,” tulis Hukmas BPOM dalam rilisnya, Selasa (30/1), dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (1/2/2018).

Baca Juga: Keterlaluan! 7 Pemuda Nekat Aniaya Firman Tanpa Ampun, Alasannya Ternyata Hanya Gara-Gara Foto

Menanggapi hasil dari uji sampel suplemen mengandung DNA babi yang beredar luas di pasaran tersebut, Bamsoet memberikan perintah kepada Komisi IX DPR. Langkah tersebut penting untuk dilakukan demi meningkatkan kembali kepercayaan dari masyarakat.

“Hasil rapim kali ini, yaitu meminta Komisi IX DPR melakukan peninjauan langsung ke pabrik tersebut, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tukas Bambang Soesatyo di Gedung DPR, Senayan, dikutip dari laman Jawapos.com, Kamis (1/2/2018).

Tak hanya itu, Bamsoet juga memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap tenang. Legislator Golkar ini menegaskan, permasalahan terkait Viostin DS dan Enzyplex sudah ditangani BPOM sebagai lembaga yang mengantongi kewenangan dalam mengawasi obat dan makanan.

Baca Juga: Weleh! Raditya Dika Berani Foto Mesra Bareng ‘Pelakor’, Komentar Anissa Aziza Bikin Merinding

Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak resah atas beredarnya surat tersebut, mengingat BPOM RI telah meminta pabrik terkait menarik dan menghentikan produksi dan distribusi tersebut dari pasaran,” pungkasnya.