Miris, Bocah SMP Nekat Ingin Gantung Diri Gara-Gara Diperlakukan Begini Oleh Gurunya


Foto: Grid.ID

SURATKABAR.ID – Guru bisa dibilang adalah orang tua kedua bagi setiap generasi. Dalam sehari hampir 12 jam suka cita dijalani para bocah di sekolah. Tentu wajar kalau muncul anggapan, semangat hidup seseorang bisa terlihat dari latar belakang keluarganya serta pendidikannya.

Tetapi, bagaimana bila sekolah, yang seharusnya memberi mimpi serta bekal demi masa depan, justru berubah menjadi layaknya neraka bagi anak-anak?

Hal tersebut membuat seorang murid SMP nekat merencanakan percobaan untuk b***h diri. Ia pun mengirimkan sepucuk surat kepedihan kepada pamannya. Isi surat itu cukup sederhana, yakni ‘ingin pergi meningalkan dunia dengan cara gantung diri’. Alasannya ingin b***h diri lantas membuat banyak orang sedih dan sekaligus marah.

Pasalnya, murid kelas 7 tersebut dituduh telah mencuri ponsel ketika berada di sekolah. Yang lebih parah, gurunya sendiri yang secara langsung menodong penuh kecurigaan padanya, padahal sang guru sudah seperti orang tuanya selama di sekolah.

Baca juga: Terkuak, Ini 10 Fakta Tentang Hubungan Rahasia Veronica Tan dengan Tio

Begini kata-kata sang bocah melalui pesannya pada surat yang ditulis.

“Bu Guru, saya tidak mencuri ponsel Bu Guru. Saya Sumpah.”

Terlampir juga dalam surat, ada ucapan terima kasih untuk keluarga yang sudah merawatnya dengan penuh kasih sayang.

“Saya ingin berterima kasih kepada orang tua karena sudah merawat saya.”

“Saya sangat mencintai kalian dan saya sangat menyesal.”

Surat sang bocah. Foto: Grid.ID

Diduga sebelumnya sang guru telah menyeret sang bocah ke dalam sebuah ruangan. Tubuhnya pun dikurung sebelum ia akhirnya dipaksa mengaku perbuatannya yang telah mencuri iPhone 6. Tetapi, ibu guru keji itu pun gagal untuk membuktikan tuduhannya.

Sang guru bukannya introspeksi diri, tetapi malah mempermalukan sang bocah malang tersebut di depan teman-temannya satu sekolahan. Bahkan dirinya juga tak dilepaskan ketika sudah memasuki jam istirahat.

Akhirnya sang guru pun mengantarkan muridnya pulang dengan menggunakan mobil, ia bersama dengan suaminya yang juga adalah seorang guru. Setibanya di rumah, kembali perilaku tercela dilakukan. Masih juga sang guru melontarkan tuduhan yang sama di hadapan keluarga sang bocah.

Baca juga: Salmafina Angkat Bicara Soal Kabar Dirinya Sudah Tidak Lagi Berhijab

Pihak keluarga. Foto: Grid.ID

Hingga akhirnya, keputusan bulat diambil. Sang bocah menulis surat, berniat untuk mengakhiri hidupnya. Dilansir dari Grid.ID, sebuah aksi percobaan b***h diri dilaporkan oleh Berita Daily terjadi pada tanggal 24 Januari 2018.

Usaha itu pun gagal, dan pada 27 Januari 2018 sang bocah dilaporkan sudah berada rumah sakit untuk pemulihan kondisinya. Tragadi guru menuduh murid itu terjadi di sebuah sekolah menengah pertama atau SMP yang berada di Nibong Tebal, Penang, Malaysia.

Hal ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi siapa saja. Watak bully sebenarnya bukan hanya ada pada anak-anak saja. Namun, watak seperti ini juga berseliweran sembarangan di dalam benak orang dewasa.

Prasangka buruk yang tak ada dasarnya membuat orang lain merasa putus asa hingga ingin b***h diri. Hal itu tidak ada bedanya seperti manusia tersebut hendak memangsa manusia lainnya.