Bocah 7 Tahun Kecanduan Hisap Septicktank, Begini Nasibnya Sekarang


    SURATKABAR.ID – Lantaran kecanduan mengisap septicktank, bahan bakar minyak (BBM), dan lem Aica Aibon, bocah 7 tahun berinisial VS yang berasal dari Kabupaten Belu diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur, Rabu (31/1/2018).

    Dilansir dari laman antaranews.com, hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BNNP NTT Brigjen Pol Muhammad Nur.

    ”Saat ini anak yang masih di bawah umur ini sudah kami bawa ke rumah trauma center di Kupang untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” ujar Muhammad Nur.

    Selain itu, Muhammad Nur juga menjelaskan bahwa anak-anak atau siapapun yang mengisap lem atau sejenisnya, bahkan sampai kecanduan, itu dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan permanen pada otak, hati, dan ginjal.

    Di samping itu, imbuh Muhammad Nur, mereka yang kecanduan cenderung untuk mengalami pendarahan pada hidung atau lebih dikenal dengan istilah mimisan.

    Baca Juga: Miris! Kakek Lumpuh Tergeletak di Pinggir Jalan, yang Membuangnya Ternyata…

    “Tetapi juga dapat mengalami kehilangan ingatan, sulit belajar, melihat sesuatu tidak jelas, kehilangan kendali tubuh, keram, nyeri, bahkan batuk parah,” papar Muhammad Nur.

    Komandan berbintang satu ini uga menyebut, mereka yang kecanduang megisap lem dan sejenisnya akan terserang penyakit jantung, bahkan hingga mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan berujung pada kematian.

    Terkait dengan bocah yang diamankan karena kecanduan mengisap, Muhammad Nur mengungakapkan bahwa pengamanan VS dilakukan oleh BNNK Kabupaten Belu, lalu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dibawa ke Kupang.

    VS sendiri nantinya bakal diperiksa kejiwannya di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.

    “Sebab, dari kasus-kasus yang pernah saya temui, mereka yang menghirup lem dan sejenisnya bisa mengalami gangguan kejiwaan,” ujar Muhammad Nur.

    VS juga nanti akan dibawa ke Makassar, Sulawesi Selatan, untuk direhabilitasi supaya bisa sembuh dari kecanduannya tersebut.

    “Biaya menjadi tanggungan pemerintah,” ungkap Muhammad Nur.

    Dari hasil pemeriksaan semenara, diketahui VS sudah mulai mengisap bau-bauan tersebut sejak dirinya berusia 4 tahun. Hal itu, ucap Muhammad Nur, kebetulan dikarenakan kakek dan enenknya menjual BBM.

    Menurut Muhammad Nur, mengapa VS bisa jadi kecanduan mengisap bau-bauan itu tentunya karena kurangnya pengawasan orang tua kepada bocah tersebut. Di usianya yang baru menginjak 7 tahun, VS sudah putus sekolah.