5 Fakta Mencengangkan Nenek Berusia 92 Tahun yang Dihukum Penjara Hanya Karena Tebang Pohon Durian


SURATKABAR.ID – Namanya Saulina Boru Sitorus (92) yang namanya mencuat setelah ia divonis hukuman penjara 1 bulan 14 hari oleh Mejelis Hakim Pengadilan Negeri Balige, Sumatera Utara pada Senin (29/1/2018) yang lalu.

“Menurut kami, terdakwa harus menjalani hukuman satu bulan empat belas hari,” ujar hakim Marsahal lalu mengetuk palu sidang, Senin (29/1/2018), seperti yang diwartakan oleh Tribunnews.com

Nenek berusia 92 tahun ini digugat lantaran menebang pohon durian oleh Japaya Sitorus (70), yang masih bisa dibilang merupakan teman sekampungnya. Bahkan bisa dibilang mereka ini masih saudara karena sama-sama bermarga Sitorus. Nah, berikut ini 5 fakta lainnya mengenai nenek Saulina ini.

Baca juga: Pasca Viral Curhat Tak Pernah Diajak Belanja ke Mall, Mpok Alpa Kali Ini Keluhkan Sikap Rina Nose Saat di Ruang Rias

#1. Lahir 19 Tahun Sebelum Indonesia Merdeka

Saulina atau yang karip disapa dengan Ompu Linda saat mendengar putusan hakim ia nampak bingung.  Ia dalam bahasa Batak Toba menyebutkan lelah dengan segala macam sidang yang harus dijalaninya. Ia menyebutkan sudah sangat lelah di hari tuanya. Saulina lahir pada Oktober 1962, bisa dibilang 19 tahun sebelum Indonesia merdeka. Di masa tuanya, nenek Saulina masih aktif menenun kain khas Batak di kampungnya.

#2. Tak Fasih Bahasa Indonesia

Usianya hampir mendekati 100 tahun, fisiknya juga semakin melemah, yang diharapkan nenek Saulina hanyalah bebas. Sebagai wanita yang lahir jauhh sebelum merdeka, wajar jika ia tidak begitu fasih berbahasa Indonesia. Bahkan, setelah vonis ia masih belum mengerti apa yang disampaikan hakim. Barulah saat kuasa hukumnya menjelaskan dengan bahasa Batak ia mengerti.

#3. Pengacara Ajukan Banding

Boy Raja Marpaung selaku kuasa hukum dari Saulina menyebutkan akan berpikir-pikir terlebih dahulu langkah selanjutnya. Namun pasca persidangan, mereka sepakat untuk mengajukan banding.

Baca juga: Hanya Karena Foto Ini, Punggung Kekasih Baru Nikita Mirzani Jadi Bahan Olok-Olokan! Netizen: Tato Emping

Karena Oppu Linda sudah mendapatkan izin dari ahli waris mengenai lahan tersebut. Cucu Ompu Linda yakni Helfina Rumapea mengaku tak terima dengan putusan tersebut. Ia mengaku jika berani membersihkan lahan tersebut lantaran sudah mendapatkan restu dari Kardi Sitorus dan mereka berniat membangun tambak di tanah leluhur mereka.

#4. Penggugat Berdalih Rugi Ratusan Juta

Japaya selaku penuntut mengaku rugi ratusan juta lantaran pohon durian yang di tanamnya di tahan itu ditebangi keluarga Saulina. Sementara Saulina mengaku telah mengantongi izin dari si empunya tanah wakaf untuk dijadikan tugu makam leluhur. Japaya melaporkan Saulina pada 1 Maret 2017 yang lalu ke Polsek Lumban Julu, Tobasa. Di dalam laporannya, keluarga Saulian dituntut lantaran telah merusak pohon durian di dekat areal pemakaman.

#5. Mendapatkan Izin Pemberi Wakaf

Kardi Sitorus selaku saksi dalam kasus tetsebut menyebutkan tanah perkuburan itu memang sudah diberikan untuk wakaf sesuai dengan mandat ayahnya. Sehingga, para terdakwa memang sudah datang kepadanya untuk meminta izin membangun tugu makam leluhur. Dan atas restunya itulah, para terdakwa mulai membersihkan dan menebangi pohon-pohon.

Baca juga: Viral! Bule Cantik Ini Cari Orang Yogyakarta yang Pernah Menolongnya, Begini Kisahnya

“Jadi mereka ini (terdakwa) datang ke saya. Dan saya izinkan. Buat saja, silakan. Kau bisa buat tambak di sana. Lalu setelah selesai, saya didatangi lagi dan mereka lapor bahwa di sana ada tanaman durian. Lalu saya bilang, bersihkan saja kalau di sana ada durian,” kata Kardi.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPolri Bantah Pernyataan Anton Charliyan Soal Pesan Kapolri
Berita berikutnyaJelang Sidang Cerai Perdana Digelar, Pengacara Beberkan Hal yang Terjadi Pada Ahok di Penjara