Dianggap Hina SBY, Pengacara Setnov Terancam Dipolisikan Demokrat


    SURATKABAR.ID – Lantaran dianggap mencemarkan nama baik Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Partai Demokrat berencana bakal mempolisikan Firman Wijaya yang merupakan pengacara Setya Novanto. Tak hanya menghina, kuasa hukum Setnov itu dianggap sudah melakukan penghinaan terhadap nama baik mantan Presiden RI tersebut.

    “Kami akan melaporkan yang bersangkutan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik,” ujar anggota Divisi Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat, M. M Ardy Mbalembout di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Senin, (29/1/2018) seperti yang diwartakan oleh Tempo.co

    Penghinaan dan pencemaran nama baik tersebut berkaitan dengan sidang yang sudah terjadi pada Kamis (25/1/2018) yang lalu kala mantan anggota DPR dari fraksi Partai Demokrat Mirwan Amir memberikan kesaksiannya. Saat memberikan kesaksianya, Mirwan menyebutkan nama SBY setelah dicecar beberapa pertanyaan mematikan oleh Firman. Pertanyaan dan penyataan dari keduanya dianggap merupakan fitnah lantaran tidak memiliki landasan bukti yang kuat.

    Baca juga: Prabowo Mantap Nyapres, Fadli Zon: Jokowi Cukup Satu Periode, Bikin Makin Susah

    Ardy Mbalembout juga mempersoalkan pernyataan yang dilontarkan oleh kuasa hukum Setnov tersebut saat memberikan keterangan terhadap awak media. Ia mencontohkan jika seperti yang ditulis salah satu media online, Firman menyebutkan jika proyek e-KTP itu dikuasai oleh Partai Demokrat dan SBY.

    Selain melakukan pelaporan terhadap Firman, Ardy juga bakal melaporkan kuasa hukum Setnov itu ke dewan kehormatan advokat yang menaunginya. Ardy menyebutkan jika pihaknya bakal terus mengusut kasus tersebut sampai setidaknya Firman Wijaya meminta maaf kepada Partai Demokrat dan juga Ketua Umumnya yakni SBY.

    “Kami akan minta klarifikasi terhadap yang bersangkutan. Dalam satu pekan ini, kami tunggu yang bersangkutan untuk meminta maaf kepada Pak SBY dan Partai Demokrat. Kalau itu tidak dipenuhi, maka kami akan menempuh jalur hukum dan etik advokat,” kata Ardy seperti yang dilansir dari idntimes.com.

    Baca juga: Bikin Bangga! PBB Puji Kinerja Polri Selama Setahun Jalankan Misi Perdamaian

    Sementara itu saat dimintai keterangan, Firman membantah sudah mencemarkan nama baik SBY.

    “Saya rasa itu biasa saja. Itu ruang pemeriksaan persidangan. Jadi hak pengacara untuk menguji, termasuk saksi-saksi yang diajukan jaksa penuntut umum,” katanya.