Cuitannya Dapat Kritik Pedas dari Netizen, Mahfud MD Santai Tanggapi Begini


SURATKABAR.ID – Mahfud MD merupakan salah satu tokoh yang kerap bercuit di Instagram untuk menanggapi isu terkini. Tak jarang, cuitan Mahfud mendapat respon dari netizen, baik positif maupun negatif.

Kali ini, cuitannya mendapat kritik pedas dari netizen setelah membahas kasus bocah SD yang dikeroyok teman-temannya hingga masuk ICU hanya karena sebuah gol b***h diri.

Dalam cuitan tersebut, Mahfud menyebut bahwa kasus ini hampir sama dengan Pansus Angket yang suka keroyokan.

Ada berita, di Surabaya seorang anak SD dikeroyok oleh teman sekelasnya sampai masuk ICU di RS krn dia melakukan gol b***h diri saat bertanding sepakbola dgn kelas lain. Banyak yg berkomentar, “Mungkin teman2 sekelasnya itu anaknya anggota Pansus Angket, suka ngeroyok”, hahaha,” tulis Mahfud, dilansir tribunnews.com.

Baca juga: Dalami Kasus Korupsi Proyek Reklamasi, Polisi Bakal Periksa Ahok

Membaca cuitan ini, tak sedikit netizen yang meminta agar Mahfud segera meminta maaf dan menghapus postingan tersebut. Netizen menganggap, Mahfud menjadikan kasus pengeroyokan tersebut sebagai lelucon.

Namun, menanggapi protes yang ditujukan padanya, Mahfud malah balik bertanya pada siapa ia harus meminta maaf. “Minta maaf kepada siapa?” jawabnya singkat.

Selain itu, Mahfud juga menjelaskan bahwa peristiwa itu benar terjadi. Sebagian netizen pun meluruskan bahwa pengeroyokan tersebut terjadi di Kediri. Mahfud mengatakan, ia tak akan menghapus postingan tersebut meski banyak netizen memintanya.

Ya, lah. Mengapa hrs dideleted? Saya kan tdk bilang Pansus Angket apa, yang mana, dan dimana. Pansus Angket itu ratusan. Pun saya tak nyebut tempat peristiwa yg sebenarnya. Tapi itu benar terjadi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mahfud menyebut bahwa saat menanggapi isu kontroversial, tentu ada pihak yang senang dan tidak. Namun, jika takut karena hal itu, maka seseorang tak akan pernah berpendapat.

Baca juga: Menohok! Media Asing Beberkan Sederet Kegagalan Jokowi Selama Menjabat Presiden RI

Sementara mengenai kata “hahaha” di akhir cuitannya, Mahfud menegaskan bahwa itu untuk menertawakan Pansus Angket, bukan kasus yang menimpa anak tersebut.

Sejumlah netizen pun mendukung cuitan Mahfud dan memintanya tak mempedulikan komentar negatif yang ada. “Gpp prof, tweetan bpk lbh bnyk di acungin jempol, se kali2 di kritik wajar dn juga mungkin ada khilaf dari kita,” tulis @smartade9.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaTegas! Kader Gerindra Minta Prabowo Deklarasikan Capres 2019
Berita berikutnyaTemuan Krayon Berusia 10.000 Tahun, Seperti Apa Wujudnya?