SBY Diduga Terlibat Kasus e-KTP, Gamawan Fauzi Beberkan Hal Ini


SURATKABAR.ID – Nama Mantan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat muncul dalam persidangan terhadap terdakwa kasus korupsi e-KTP. Setya Novanto, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Menanggapi hal ini, Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, membantah bahwa ada intervensi dari SBY dalam proyek pengadaan e-KTP. Menurut Gamawan tudingan keterlibatan tersebut hanyalah fitnah politik untuk menjatuhkan SBY.

“Pak SBY enggak pernah ngomong apa-apa setahu saya. Saya enggak mau, kasian dengan Pak SBY difitnah begitu, tidak baik lah begitu berpolitik,” ujar Gamawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (29/1/2018), seperti dilansir kompas.com.

Lebih lanjut, Gamawan menyebut SBY sama sekali tak mendorong agar proyek e-KTP dilanjutkan. Sebab, menurut Gamawan, proyek e-KTP merupakan proyek nasional yang akan digunakan untuk kepentingan data tunggal kependudukan.

Baca juga: Menohok! Jawab Evaluasi PDI-P utuk Anies-Sandi,Taufik Sebut Becak Itu Janji Jokowi-Ahok

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Mirwan Amir, menyebut bahwa dirinya pernah meminta agar Presiden SBY menghentikan proyek pengadaan e-KTP.

Mantan politisi Demokrat ini mengatakan, ia sempat mendengar informasi dari pengusaha Yusnan Solihin bahwa terdapat masalah dalam pelaksanaan proyek e-KTP. Informasi ini pun ia sampaikan pada SBY ketila ada kegiatan di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat.

Namun, Mirwan menuturkan bahwa ketika diberi tahu hal tersebut SBY enggan menghentikan proyek e-KTP yang sedang berjalan. Sebab, saat itu menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

Sementara itu, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman, mengaku pernah melaporkan pada Gamawan yang kala itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri bahwa pejabat Kemendagri akan mendapat Rp 78 miliar dari proyek tersebut.

Namun, saat mendapatkan laporan ini, menurut Irman, Gamawan hanya diam tanpa memberikan respon.

Pengakuan Irman ini sempat membuat heran anggota majelis hakim, Ansyori Saifufin. Sebab, sebagai Mendagri, Gamawan tak merespon ketika diberi tahu informasi tersebut.