Jokowi Beberkan Alasannya Ngotot ke Afghanistan Meski Dikelilingi Rangkaian Teror Bom


SURATKABAR.ID – Senin (29/1/2018) pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Kabul, Afghanistan. Orang nomor satu di Indonesia itu bersikeras untuk pergi ke sana meskipun menghadapi rangakaian teror bom.

Mantan Gubernur Jakata itu pergi ke Kabul dengan menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia. Dan ini merupakan hari keenam lawatannya ke lima negara di Asia. Ada sejumlah agenda penting yang dilakukan Presiden Jokowi di Kabul.

“Seharian penuh di Kabul, saya akan bertemu dengan Presiden Ashraf Ghani, lalu Majelis Perdamaian Tinggi Afghanistan, dan mengunjungi Istana Darul Aman,” kata Jokowi lewat akun Facebook resminya seperti yang dikutip Detik.com

Baca juga: Menurut SPIN, Inilah Empat Tanda Kuat Prabowo Bakal Menang di Pilpres 2019

Mantan Wali Kota Solo tersebut menyadari betul jika sekarang ini Kabul tengah diteror bom yang sudah menewaskan ratusan nyawa. Meskipun begitu dia tak gentar untuk tetap pergi ke sana.

“Beberapa hari lalu, kota ini diguncang bom mobil menggunakan ambulans, yang menewaskan lebih seratus orang. Lalu pagi ini terdengar kabar serangkaian ledakan juga terdengar di Kabul, tak jauh dari sebuah akademi militer,” ujarnya.

Presiden pun membeberkan alasannya datang ke Kabul meskipun di kelilingi oleh teror bom yang mematikan. Seperti yang disampaikannya di depan Parlemen Pakistan pada Jumat yang lalu jika umat Islam adalah korban paling banyak dari konflik, perang dan juga terorisme. Jokowi menuturkan jika datanya cukup memprihatikan.

“ 76 persen serangan teroris terjadi di negara Muslim dan 60 persen konflik bersenjata di dunia terjadi di negara Muslim. Lebih jauh lagi, jutaan saudara-saudara kita harus keluar dari negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik, 67 persen pengungsi berasal dari negara Muslim,” jelasnya.

Baca juga: Pelaku Ditangkap, PBNU Minta Polisi Usut Tuntas Motif Penganiayaan KH Umar Basri

Berdasarkan Jokowi, ancaman radikalisme dan juga terorisme sekarang terjadi dimana-mana, dan ini terjadi hampir di seluruh dunia. Tidak ada negara satupun di dunia yang kebal dengan serangan terorisme dan juga radikalisme, termasuk juga Indonesia, Pakistan dan juga Afghanistan.

“Apakah kita akan biarkan kondisi yang memprihatinkan ini terus berulang terjadi? Tentu tidak. Kita tidak boleh membiarkan negara kita, dunia, berada dalam situasi konflik. Penghormatan kita kepada kemanusiaan, kepada humanity, seharusnya yang menjadi pemandu kita dalam berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Sebelum berkujung ke Afghanistan, Jokowi sudah terlebih dahulu ke Islamabad, Pakistan pada Jumat (26/1/2018). Dilansir dari Kompas.com, Jokowi menempuh 1 jam 15 menit perjalanan udara dari New Delhi, India dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan. Setibanya di saja, beliau disambut langsung oleh Presiden Pakistan Mamnoon Husain dan Ibu Begun Mahmooda Mamnoon.