Tragis! Bocah 13 Tahun Nekat Gantung Diri Usai Dituduh Mencuri Ponsel Gurunya


SURATKABAR.ID – Selain orangtua, guru merupakan salah satu sosok paling signifikan di mata seorang murid. Tak jarang, banyak murid yang merasa bersalah dan malu jika dimarahi oleh gurunya. Bahkan tak sedikit dari kita yang terus mengingat-ingat nasihat dari guru hingga kita beeanjak dewasa. Di sisi lain, banyak juga kritikan dari guru yang terus membekas di benak seorang anak hingga dirinya dewasa. Itulah sebabnya guru harus pintar-pintar memberi hukuman bijak sehingga murid yang salah dapat mengambil hikmah dan pembelajaran yang positif.

Karena pasalnya, seperti dikutip dari reportase Grid.ID, Senin (29/01/2018), seorang pelajar bernama Piriya (13) dituduh ibu gurunya sendiri mencuri ponsel. Hal itu terjadi di tanggal 27 Januari 2018. Guru tersebut menuduh muridnya itu mencuri ponselnya (iPhone 6) saat berada di sekolah menengah Nibong Tebal, Malaysia.

Namun Piriya membantah tuduhan tersebut dan meminta bukti bahwa ia telah mencuri. Sang guru pun berkata pihaknya punya bukti rekaman CCTV bahwa Piriya telah mencuri ponselnya. Tapi guru tersebut tak bisa menunjukkan rekaman CCTV yang disebutkannya itu.

Bahkan Piriya sampai dibawa ke sebuah ruangan bersama gurunya. Di sana, sang guru memaksanya untuk mengakui bahwa ia mencuri ponselnya, namun Piriya tetap tak mau mengaku.

Baca juga: Terlalu! Gara-gara Cetak Gol ‘B*unuh Diri’, Siswa SD Dianiaya Teman Hingga Masuk ICU

Sang guru lantas mempermalukan Piriya dengan membawanya ke depan kelas dan mengatakan bahwa bocah tersebut adalah pencuri. Piriya juga tak diperkenankan istirahat pada jam waktu makan siang.

Saat pulang sekolah, ibu guru tersebut lantas bersama suaminya membawa pulang Piriya ke rumahnya.

Sekali lagi guru itu menuduh Piriya dihadapan keluarganya. Hal ini rupanya membuat Piriya murung sehingga ia lantas bertindak nekat dengan menggantung diri di rumahnya.

Sebelum gantung diri itu, Piriya menulis sepucuk surat dalam Bahasa Inggris tentang tuduhan yang menimpanya.

“Ibu guru saya tak mencuri ponsel kamu. Saya sumpah.”

“Dan terima kasih kepada orang tua saya yang telah merawat saya, saya mencintai kalian, maaf atas insiden ini.”

Setelahnya Piriya si bocah malang yang baru menginjak usia 13 tahun tersebut nekat gantung diri dengan selendang. Bersyukur, keberuntungan masih berpihak. Usaha nekatnya ketahuan orang tua Piriya di waktu yang tepat. Segera, Piriya lantas dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Kini, kondisi Piriya masih kritis di rumah sakit. Dan tentu, orang tua Piriya lantas mengecam tindakan ibu guru yang tak bertanggung jawab tersebut.

“Anak saya masih berusia 13 tahun, harusnya ia tidak boleh dipermalukan di depan teman-teman dan keluarganya. Ada cara lain untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti ini,” tandas orang tua Piriya.

Menyikapi insiden ini, Lembaga Perlindungan Anak Malaysia melalui anggotanya Satees Muniandy mengatakan, “Saya paham ponsel yang dikatakan hilang adalah iPhone 6, di mana dalam ponsel itu ada aplikasi melacak keberadaan ponsel sekiranya hilang atau dicuri,” ujarnya.

“Apakah ponsel lebih penting dari nyawa seorang murid?”

Sewaktu ditanya tentang keadaan Piriya, Satees memberitahu bocah itu kini masih menjalani perawatan di Hospital Seberang Jaya.

Baca juga: Giat! Sandiaga Uno Tingkatkan Porsi Latihan Demi Tantang Menteri Susi Lomba Renang

“Piriya kini dibawa untuk menjalani CT Scan,” tukas Satees seraya meminta doa dari orang banyak agar Piriya lekas kembali sehat.