Terlalu! Gara-gara Cetak Gol ‘B*unuh Diri’, Siswa SD Dianiaya Teman Hingga Masuk ICU


SURATKABAR.ID – Hanya gara-gara melakukan gol b*unuh diri saat bermain sepak bola, seorang siswa berinisial T (12) dianiaya oleh teman-temannya hingga masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD). Siswa SDN Pakunden 1, Kota Kediri, Jawa Timur, yang malang itu kini dirawat intensif di ICU RS Bhayangkara. Pasalnya, korban kini mengalami gangguan saraf setelah alat vitalnya ditendang teman-temannya.

Akibatnya tak hanya lemas, kini kondisi korban juga sulit berbicara dengan normal. Seperti dikutip dari reportase Kompas.com, Senin (29/01/2018), Chevy Ning Suyudi selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri menyebutkan, kasus kekerasan ini bermula dari main bola antara pelaku dan korban di halaman sekolah. Fakta ini ditemukannya berdasarkan dari hasil penelusurannya sendiri.

“Saat bermain bola, korban malah membuat gol b*unuh diri sehingga menjadi sasaran penganiayaan rekan-rekannya. Ada yang memukul dan menendang mengenai kemaluannya,” beber Chevy, Sabtu (27/01/2018).

Lebih lanjut Chevy memaparkan, sebenarnya pihak sekolah, korban, dan pelaku telah berdamai. Namun, korban ternyata mengalami luka sehingga tubuhnya demam. Tak pelak, korban langsung dilarikan ke RS dan rupanya harus dirawat di ICU.

Baca juga: Akhirnya! Bersumpah Tak Bawa Narkoba, Ini Kelanjutan Drama ‘Penangkapan’ Evelyn Mantan Istri Aming

Chevy melanjutkan, dari keterangan guru dan orangtua korban, kejadian berlangsung pada Kamis (18/01/2018) saat jam istirahat di halaman sekolah.

Beberapa hari setelah insiden tersebut, korban baru merasakan kesakitan dan demam. Sehingga pada Selasa (23/01/2018), orangtua membawa korban ke RS Bhayangkara. Karena kondisi bocah yang semakin parah, maka pada Jumat (26/01/2018) dini hari ia dimasukkan ke ICU.

Pernah Dipalak

Orangtua korban menuturkan bahwa salah satu dari ketiga pelaku yang memukul dan menendang anak mereka juga pernah memalak atau meminta uang secara paksa kepada korban. Namun, insiden itu sudah berlangsung agak lama.

Harapan Chevy, petugas kepolisian dapat menangani kasus kekerasan dengan korban dan pelaku yang masih anak-anak ini dengan kondusif.

Sementara itu, petugas Unit PPA Polresta Kediri telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dengan didampingi orangtua dan pendamping psikolog. Pemeriksaan dilakukan di rumah salah satu warga Kelurahan Pakunden seusai pulang sekolah mengingat para pelaku masih di bawah umur.

AKP Ridwan Sahara selaku Kasat Reskrim Polresta Kediri kemudian mengungkapkan, petugas telah memeriksa lima anak sebagai saksi. Kelima anak inilah yang ikut bermain bola bersama korban. Mengenai pemicu pemukulan dan tendangan yang menimpa korban, untuk saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Baca juga: Dahsyatnya Tupolev 16 Badger: Pesawat Bomber Kebanggaan TNI AU yang Pernah Bikin Australia Keder

“Petugas masih terus melakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Sementara itu, melansir laman Bali.Tribunnews.com, sejauh ini aparat kepolisian masih belum dapat menetapkan tersangka terkait kasus kekerasan ini mengingat baik korban maupun pelaku masih anak-anak. Berdasarkan keterangan yang diketahui, korban dan pelaku merupakan teman sekelas.