Dahsyatnya Tupolev 16 Badger: Pesawat Bomber Kebanggaan TNI AU yang Pernah Bikin Australia Keder


SURATKABAR.ID – Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Angkatan Udara (AU) sempat sangat berjaya di era tahun 1960. TNI AU kala itu tengah menjadi sebuah angkatan udara yang memiliki alutsista (alat utama sistem pertahanan) tercanggih bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya di dunia.

Bahkan, pada era itu, pesawat-pesawat dengan teknologi mutakhir asal Blok Timur didatangkan guna memperkuat sistem persenjataan TNI AU dalam mengamankan teritori tanah air nusantara. Salah satunya adalah yang kini menjadi legenda—pesawat bomber Tupolev Tu-16 Badger.

Seperti dikutip dari liputan Tribunnews.com, Senin (29/01/2018), saat itu Indonesia mempunyai deterrence effect yang kuat fondasinya. Betapa tidak, kedatangan pesawat asal Uni Soviet dan sekutunya seperti MiG-21 Fishbed dan pesawat bomber strategis legentaris Tupolev Tu-16 Badger. Karena kedua pesawat tersebut, tak pelak negara-negara lain jadi lebih menyegani militer Indonesia.

Melansir PatriotGaruda.com, deterrence effect alias efek gentar merupakan istilah yang sudah sangat akrab dalam dunia militer. Umumnya, setiap negara berusaha memiliki aset-aset militer yang mampu memberikan efek gentar ini. Maksud dan tujuan? Tiada lain, agar tak satu pun negara lain mau berpikir untuk menyerang negara yang bersangkutan, sehingga peperangan pun bisa dengan mudah terhindarkan.

Selain itu, efek gentar juga biasanya dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memperkuat setiap usaha-usaha diplomasi yang sedang dan akan dilakukannya.

Baca juga: Akhirnya! Bersumpah Tak Bawa Narkoba, Ini Kelanjutan Drama ‘Penangkapan’ Evelyn Mantan Istri Aming

Pada era 60-an tersebut, tanah air kita menjadi salah satu negara dengan pasukan udara paling elit. Terbukti, kegiatan latihan pembom strategis TNI AU yang sering memasuki wilayah Australia dan Singapura pun tak berani diganggu gugat apalagi dihadang oleh siapapun.

Waktu itu hanya ada tiga buah pesawat pembom yakni, B-58 Hustler yang dioperasikan AS, V Bomber yang dioperasikan Inggris dan Uni Soviet dengan Tupolev Tu-16 yang dahsyat.

Paling Ditakuti di Dunia

Tupolev Tu-16 yang merupakan pesawat pembom strategis itu menjadi salah satu pesawat kombatan yang paling ditakuti di dunia. Karena eksistensinya yang cukup menakutkan, maka negara yang mempunyainya pun cukup disegani di lingkungan internasional.

Tu-16 mempunyai kemampuan jelajah hingga 7.200 km dengan kecepatan jelajah yang mencapai 1.050 km per jam serta mampu terbang hingga pada ketinggian 12.800 km.

Kemampuan angkut muatan bomnya pun luar biasa fantastis, Tu-16 mampu membawa bom seberat 9.000 kg!

Bisa dibayangkan, wajar saja jika pada era tahun 1960 TNI AU Bangsa Indonesia sempat diperhitungkan eksistensinya.

Selain Indonesia, seperti yang dituliskan oleh Ferry Setiawan dalam Majalah Angkasa Edisi Koleksi 2011, pada saat itu hanya ada satu negara lain yang mengoperasikan Tu-16—Mesir.

Lebih lanjut, Indonesia pun sempat mengalami embargo  (pelarangan perniagaan dan perdagangan dengan sebuah negara) disaat membutuhkan alutsista untuk meredam pemberontakan yang dilakukan oleh Permesta dan PRRI.

Demi membendung embargo yang dilayangkan terhadap Indonesia kala itu, pemerintah China juga memberikan tawaran terhadap Indonesia yang notabene sesama bangsa Asia.

Baca juga: Tak Banyak yang Tahu, Indonesia Ternyata Bertetangga dengan Negara Kecil yang Penduduknya Berbahasa Jepang

Berdasarkan catatan yang terdokumentasikan, ada 12 pesawat pembom Tupolev Tu-2, 24 Lavockhin La-11 (Russian Thunderbolt) dan 12 jet tempur MiG-17 buatan Tiongkok. Pesawat-pesawat dahsyat tersebut belakangan digunakan pada Operasi Pembebasan Irian Bara