9 Makhluk Ini Paling Langka Sedunia, Tak Disangka Salah Satunya Berada di Jawa!


SURATKABAR.ID – Di dunia yang semakin tua ini, pertumbuhan populasi manusia yang kian pesat telah mengakibatkan kepunahan sejumlah populasi hewan dan tumbuhan di alam liar. Hampir separuh satwa liar di Bumi terancam dan berada diambang kepunahan dalam satu abad terakhir. Serangga, ikan, burung hingga mamalia dan di manapun habitatnya, tak bisa lolos dari ancaman ini. Apa saja faktor yang mempengaruhinya?

Jumlah populasi mereka yang sudah semakin sedikit, tingkat penurunan perkembangbiakan serta berbagai ancaman yang dihadapi disebut-sebut sebagai penyebab ancaman kepunahan ini. Belum lagi dengan kondisi populasi satwahya itu sendiri. Apa saja makhluk hidup yang dikategorikan paling langka sedunia?

Berikut adalah 9 makhluk hidup paling langka setelah 40 tahun terakhir, seperti dikutip dari reportase Iflscience via Sains.Kompas.com, Sabtu (27/01/2018). Tak disangka, salah satunya justru berada di Pulau Jawa!

  1. Macaw Spix (Cyanopsitta Spixii)

Namanya terkenal karena film animasi “Rio”. Sayangnya, jumlah burung Macaw berwarna biru abu-abu ini menurun drastis sejak tahun 2000. Mereka hanya bertahan sebagai burung koleksi pribadi saja. Saat ini, ada sekitar 110 burung hasil penangkaran yang awalnya dari tujuh ekor dari dua sarang. Harapannya, mereka akan dikembalikan di alam liar di Brasil (mulai dari tahun 2016).

Baca juga: Hanya di Indonesia! Tikus-Tikus Ini Punya Tampilan Unik, Seperti Apa?

  1. Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus)

Kemungkinannya, spesies Badak Jawa ini kini hanya tinggal satu populasi saja, yakni sekitar 50 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon. Badak Jawa dulu banyak ditemukan di seluruh Asia Tenggara, dari Bangladesh hingga Jawa Timur. Badak Jawa merupakan mamalia besar yang paling langka di dunia.

  1. Vaquita (Phocoena sinus)

Jumlah satwa langka satu ini kini hanya tinggal sekitar 30 ekor. Mereka semua bertahan di Teluk California. Pesut kecil ini berada di ambang kepunahan lantaran kerap diburu untuk dijadikan umpan ikan totoaba oleh pemburu liar.

  1. Cyad (Encephalartos woodii)

 

Tahun 1895 sebuah gugusan tanaman Cyad ditemukan tumbuh di Afrika Selatan. Gugusan tersebut dibawa ke penangkaran. Setelah itu, tak ada tanaman Cyad yang tumbuh. Itu berarti gugusan tanaman yang dibawa ke taman koleksi botani merupakan yang terakhir. Sayangnya, semua tanaman itu adalah jantan.

  1. Burung Hantu Kaledonia Baru (Aegotheles Savesi)

Burung dari Kaledonia Baru ini sudah menghilang sejak 1998. Keberadaan burung ini hanya diketahui dari dua spesimen yang diteliti ilmuwan. Burung ini berkaki panjang dan merupakan tipe terestrial (hidup di atas permukaan tanah). Jumlahnya diperkirakan tinggal 50 ekor.

  1. Ikan Pup Devils Hole (Cyprinodon Diabolis)

Ikan paling terkucilkan di dunia ini tinggal di tempat paling panas di Bumi, di dekat Death Valley, Amerika Serikat. Penyebaran populasinya pun sangat terbatas, hanya ada di satu perairan yang terdapat di reruntuhan batuan dengan kedalaman 22 meter dan lebar 3,5 meter.

  1. Serangga Pulau Lord Howe (Dryococelus Australis)

Pada satu masa, serangga ini berkembang baik di Pulau Lorde Howe yang terpencil tetapi jadi terancam punah akibat dimangsa tikus. Namun kemudian populasi baru jenis lobster ini ditemukan di daerah batuan yang menjorok ke lautan. Kebun Binatang Melbourne lantas membiakkannya dan hasilnya dikembalikan ke alam.

  1. Penyu Hitam Cangkang Lunak (Nilssonia nigricans)

Penyu yang ditemukan di kuil Bayazid Bastami di Chittagong, Bangladesh, ternyata hewan langka yang hanya ada di kolam kuil itu. Dua populasi liar dalam jumlah kecil, yang mungkin merupakan spesies yang sama, sudah ditemukan di kuil lain di daerah Assam.

  1. Singa Barbary (Panthera Leo Leo)

Baca juga: Viral Video Pasien Dilecehkan oleh Perawat, Manajemen National Hospital Keluarkan Pernyataan

Sebagian peneliti berasumsi singa Barbary punah di tahun 1960an. Namun ilmuwan lain berpendapat bahwa keturunan singa peliharaan Sultan Maroko ini masih hidup hingga saat ini. Kendati demikian, keaslian genetis mereka yang kini masih berada di alam liar atau di penangkaran banyak dipertanyakan.