Hanya di Indonesia! Tikus-Tikus Ini Punya Tampilan Unik, Seperti Apa?


SURATKABAR.ID – Meski pun tikus kerap diidentikkan sebagai hewan yang kotor dan menjijikkan, namun tak dapat dipungkiri hewan yang satu ini punya struktur otak yang mirip dengan otak manusia. Itulah sebabnya mengapa selain kelinci dan monyet, tikus kerap dipilih para ilmuwan untuk bereksperimen dalam sejumlah riset. Tak hanya itu saja, rupanya beberapa jenis tikus, khususnya di Indonesia mempunyai tampilan yang unik dan tidak biasa.

Melansir laman Sains.Kompas.com, Sabtu (27/01/2018), tikus-tikus ini ditemukan oleh para peneliti Indonesia, yang beberapa di antaranya bekerja sama dengan para ilmuwan dunia. Hal ini tentu menambah biodiversitas di Indonesia. Seperti apa rupa mereka? Yuk intip liputannya, inilah 6 tikus unik yang berasal dari Indonesia.

  1. Tikus Hidung Babi

Tikus ini ditemukan oleh Tim ilmuwan dari Museum Zoologi Bogor, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lousiana State University, dan Museum Victoria.

Lokasi penemuan tikus yang satu ini pun terbilang tak biasa. Pasalnya, ia ditemukan di hutan perawan wilayah Tolitoli, Sulawesi.

Baca juga: Asyik Berenang Sambil Selfie, Tak Disangka Cewek Ini Telah Rekam Momen Mengerikan di Belakangnya

Dalam publikasi di Journal of Mammalogy edisi Oktober 2015, tikus ini diberi nama Hyorhinomys stuempkei. Nama genus “Hyorhinomys” diambil dari kata “hyro” yang berarti “babi”, “rhino” yang berarti “hidung”, dan “mys” yang berarti “tikus”.

  1. Tikus Berkumis Kambola

Sekilas mungkin tikus ini tak terlihat berbeda dengan tikus lain pada umumnya. Namun  jika dicermati lebih dekat, tikus yang ditemukan di Gandang Dewata, Sulawesi Barat ini punya kumis yang cukup panjang.

“Jadi seperti berkumis. Seperti anjing dan kucing,” ungkap Anang S Achmadi, peneliti LIPI, saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (16/05/2016) lalu.

Tikus ini mempunyai nama lokal kambola. Kambola merupakan jenis tikus arboreal, yakni tikus yang menghabiskan sebagian waktu hidupnya di pepohonan, tak seperti tikus yang pada umumnya hanya berada di atas tanah.

  1. Tikus Berkumis Lewa-lewa

Saat melakukan Ekspedisi Widya Nusantara di Gandang Dewata, para periset tak hanya menemukan Kambola. Mereka juga menemukan spesies tikus berkumis lain yang punya nama lokal lewa-lewa.

Lewa-lewa ini berambut ekor yang lebat dan rambut tubuh berwarna kecoklatan. Ujung rambut tikus ini mirip dengan rambut manusia yang di-highlight, berwarna kemerahan.

Tak hanya itu, ujung moncong Lewa-lewa juga meruncing.

“Kemungkinan masuk dalam tikus cecuruit Sulawesi, secara morfologi mirip dengan Melasmothriz naso, harus dibuktikan dengan analisis molekuler,” beber Anang.

  1. Tikus Berduri

Tikus berduri ini ditemukan di Halmahera. Selanjutnya, tikus ini disebut tikus berduri Boki Mekot, sesuai nama tempat penemuannya.

Tikus unik yang satu ini ditemukan lewat proyek riset dari ilmuwan University of Copenhagen dan Museum Zoologi Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dalam publikasi di Zoological Journal of the Linnean Society, tikus bernama latin Halmaheramys bokimekot ini tak sekedar spesies baru melainkan juga genus baru.

Seperti namanya, tikus jenis baru yang ditemukan ini memiliki bulu-bulu yang keras menyerupai duri. Bagian punggung tubuhnya berwarna coklat dengan ujung ekor berwarna putih serta bagian perut yang kelabu terang.

  1. Tikus Raksasa Berbisa

Tikus besar ini disebut berbisa karena mengeluarkan air liur beracun. Tikus raksasa ini ditemukan di Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Beberapa ahli menduga bahwa tikus yang baru ditemukan tersebut adalah Solenodon, jenis tikus primitif raksasa berbisa yang sangat langka. Namun, kalangan ilmuwan membantahnya.

Tikus itu justru diyakini merupakan tikus bulan (Echninosorex gymnura).

Anang S Achmadi, peneliti tikus dari Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menyebutkan bahwa ada perbedaan mendasar antara Solenodon dan tikus bulan.

Solenodon itu tikus primitif,” imbuhnya.

Dia juga menambahkan, memang belum pernah ada Solenodon yang ditemukan di Indonesia. Sementara itu, tikus bulan lebih kecil walaupun memiliki kesamaan yakni memakan serangga serta memiliki liur beracun.

  1. Tikus Akar

Tikus akar ini pertama kali ditemukan di Gunung Gandang Dewata. Uniknya, tikus ini tak memakan daging melainkan akar.

Hal ini ditegaskan dari pembedahan isi perutnya. Ini pula yang membuatnya dinamai Gracilimus radix.

Menurut publikasi di Journal of MammalogyGracilimus berarti ramping, radix berarti akar.

Baca juga: Survei SMRC Buktikan 87,6% Masyarakat Menilai LGBT Ancaman

“Kita namakan tikus akar karena memang membedah perutnya, kita banyak menemukan material tumbuhan, terutama akar,” tandas Anang, salah satu ilmuwan yang menemukan tikus unik ini kepada wartawan pada Jumat (08/04/2016).