Ogah Nyaleg, Lebih Pilih Jadi Relawan Jokowi. Ruhut Sitompul: Tapi Jujur Saja Kalau…


SURATKABAR.ID – Tokoh politisi nyentrik Ruhut Sitompul mengaku enggan mendaftarkan dirinya kembali sebagai calon legislatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2019-2024. Ia beralasan bahwa dirinya sudah merasakan ketidaknyamanan dengan lingkungan kerja di Senayan.

Dilansir dari Kompas.com, Ruhut menyampaikan dirinya tak bisa kompromi dengan korupsi. Alasan yang sama ia gunakan ketika mundur dari DPR pada 2016 silam untuk fokus menjadi tim sukses pasangan Basuki Tjahaja aPurnama-Djarot Saiful Hidayat yang maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

“Aku tuh, orang yang bebas. Tapi lingkungan susah untuk kerja karena aku enggak bisa kompromi kaitan dengan korupsi,” tutur Ruhut Sitompul pada Jumat (26/1), seperti yang dikutip dari laman Kompas.com, Jumat (26/1/2018).

Untuk sekarang ini Ruhut mengaku sedang disibukkan dengan membantu Presiden Joko Widodo. Untuk kesibukannya kali ini ia mengungkapkan tidak menerima gaji maupun mendapatkan jabatan strukturan di pemerintahan. Meski demikian ia mengklaim banyak membantu di balik layar.

Baca Juga: Ricuh! ‘Diburu’ Najwa Shihab Saat Jadi Narasumber Mata najwa, Anies Baswedan: Jangan Salahkan…

“Dia (Jokowi) selalu tiap ketemu aku bilang, ‘Bapak sabar ya’. ‘Oh, enggak, Pak, aku tetap bantu Bapak. Jangan khawatir. Aku akan bantu terus seperti sepuluh tahun aku pasang badan ke Pak SBY’,” kata pria yang meski masih berstatus sebagai kader Partai Demokrat, namun sudah tak lagi aktif tersebut.

Pria yang pernah berkecimpung di dunia peran dan bermain sebagai Poltak dalam sinetron Gerhana ini mengaku bahwa ia masih menerima banyak pinangan dari partai politik. Namun demikian ia menegaskan tidak akan pindah partai.

“Banyak (partai yang mengajak jadi caleg). Semua mau kasih nomor urut satu. Secara diplomatis, aku bilang Demokrat bukan partaiku yang pertama, tapi partaiku yang terakhir,” tutur politisi yang sebelumnya juga pernah aktif di Partai Golkar.

Ruhut mengaku banyaknya tawaran yang datang, tak terlepas dari kedekatannya dengan para ketua umum partai politik. Mulai dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Partai Hanura Oesman Sapta Odang. Tetapi semua tawaran dari parpol tersebut tetap saja ia tolak.

Baca Juga: Nama SBY Hingga Gamawan Fauzi Muncul, Fakta Sidang Setnov Mulai Terbongkar!

“Aku bilang, ‘Sudahlah, kasih kesempatan ke yang lain. Tapi jujur saja, kalau aku dijadikan calon, paling tidak mereka sudah dapat satu kursi. Pasti menang’,” pungkas Ruhut sambil tertawa, dilansir dari laman Tribunnews.com.