Ricuh! ‘Diburu’ Najwa Shihab Saat Jadi Narasumber Mata Najwa, Anies Baswedan: Jangan Salahkan…


SURATKABAR.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan host Mata Najwa, Najwa Shihab menjadi perbincangan kalangan warganet. Hal tersebut disebabkan oleh sikap putri Quraish Shihab selama memandu program talkshow yang ditayangkan di stasiun televisi Trans7, Kamis (25/1) malam kemarin.

Dilansir dari laman Tribunnews.com,  tepat di 100 hari kepemimpinan DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diundang sebagai narasumber di program Mata Najwa yang dikenal sebagai salah satu acara paling kritis membuat para narasumber takluk dengan pertanyaan-pertanyaan tajam dari Najwa.

Nana, sapaan akrab Najwa, mengajukan berbagai pertanyaan sengit terkait kinerja dari kebijakan-kebijakan baru pasangan Anies dan Sandi. Mulai dari pengaturan pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang, pengadaan becak, rumah dengan DP 0 persen, hingga proyek reklamasi.

Yang membuat acara Kamis malam tersebut berlangsung panas adalah Najwa Shihab terus menerus mengejar Anies Baswedan dengan beragam pertanyaan menusuk. Bahkan saking kritisnya, Najwa dinilai telah melampaui batas kesopanan karena berani memotong pembicaraan Gubernur DKI tersebut.

Baca Juga: Nama SBY Hingga Gamawan Fauzi Muncul, Fakta Sidang Setnov Mulai Terbongkar!

Mendapatkan perlakuan ‘bengis’ Najwa Shihab, Anies Baswedan langsung mengungkapkan keluh kesahnya selama menjadi narasumber dalam program Mata Najwa, yang dibagikan melalui akun media sosial Instagram pribadinya @aniesbaswedan bersamaan dengan foto usai program tersebut.

Pengalaman tampil di Mata Najwa selalu menyenangkan dan bisa mendebarkan, termasuk bagi pemirsanya,” tulis Anies mengawali curahan hatinya pada Jumat (26/1), seperti yang dikutip dari laman Tribunnews.com, Jumat (26/1/2018).

Bila diumpamakan dengan baseball, Najwa sebagai pelempar bola tidak pernah memberikan bola-bola mudah pada narasumber sebagai hitter. Sebagai narasumber pasti pernah mengalami. Langsung, lugas dan tangkas.

Tapi hanya dari lemparan hard ball maka seorang hitter berkesempatan membuat pukulan home run, apabila ia siap dan menguasai.

Baca Juga: Kerap Potong Penjelasannya, Najwa Shihab Ditegur Anies Baswedan

Dialog yang dilakukan secara Live di TV (bukan rekaman) membuat arena jadi fair dan terbuka, jangan salahkan pitcher kalau hitter tidak berhasil melayangkan pukulan, jangan salahkan yg memberi ujian kalau soal-soalnya sulit lalu yang menjalani ujian tidak siap.

Dan apabila bisa memukul bola “home run” dengan baik maka berterima kasihlah pada pitcher yg memberi umpan bola keras.

Alhamdulillah dan terima kasih Mata Najwa sudah memberikan kesempatan pada kami berdua menjelaskan program dan capaian 100 hari pemerintahan Anies-Sandi kepada publik luas. Semoga Mata Najwa semakin sukses di tempat baru. *ABW,” pungkasnya.

Pengalaman tampil di Mata Najwa selalu menyenangkan dan bisa mendebarkan, termasuk bagi pemirsanya. Bila diumpamakan dengan baseball, Najwa sebagai pelempar bola tidak pernah memberikan bola-bola mudah pada narasumber sebagai hitter. Semua narasumber pasti pernah mengalami. Langsung, lugas dan tangkas. Tapi hanya dari lemparan hard ball maka seorang hitter berkesempatan membuat pukulan home run, apabila ia siap dan menguasai. . Dialog yang dilakukan secara Live di TV (bukan rekaman) membuat arena jadi fair dan terbuka, jangan salahkan pitcher kalau hitter tidak berhasil melayangkan pukulan, jangan salahkan yg memberi ujian kalau soal-soalnya sulit lalu yang menjalani ujian tidak siap. Dan apabila bisa memukul bola “home run” dengan baik maka berterima kasihlah pada pada pitcher yg memberi umpan bola keras. . Alhamdulillah dan terima kasih Mata Najwa sudah memberikan kesempatan pada kami berdua menjelaskan program dan capaian 100 hari pemerintahan Anies-Sandi kepada publik luas. Semoga Mata Najwa semakin sukses di tempat baru. *ABW

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on