Jangan Kaget! Setya Novanto Siap Bongkar Aktor Besar di Balik Kasus e-KTP


SURATKABAR.ID – Tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP, Setya Novanto, mengajukan diri untuk menjadi justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum. Rabu (24/1/2018), pengacara Noavnto, Firman Wijaya, pun mengatakan bahwa kliennya tengah menulis nama dan peran aktor lain dalam kasus korupsi proyek KTP elektronik tersebut.

Seperti diberitakan tempo.co, hal tersebut diungkapkan Firman di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Kendati demikian, Firman belum berkenan menyebutkan sipa saja aktor yang dimaksud.

“Yang jelas proyek e-KTP, bukan proyek pribadi Pak Nov,” katanya.

Firman kemudian menjelaskan bahwa kliennya sedang berusaha memenuhi segala syarat untuk jadi justice collaborator. Untuk itu Novanto bakal membeberkan perannya dalam penganggaran proyek e-KTP di DPR.

Baca Juga: Jadi Tersangka Lagi, Ade Armando: Enggak Akan ke Arab Saudi Seperti Habib Rizieq

Setya Novanto, lanjut Firman, bukan orang yang mengusulkan proyek bernilai Rp 5,8 triliun tersebut. Firman menegaskan, ada pihak lain yang punya kewenangan lebih dalam korupsi tersebut.

“Dari 2 triliun menjadi 5 triliun (nilai proyek e-KTP) tentu butuh high level policy. Siapa? Kita tunggu,” ujar Firman.

Setya Novanto sendiri didakwa oleh jaksa enuntut umum KK berperan dalam meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR pada medio 2010-2011 ketika dirinya menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar.

Novanto pun disebut menerima total fee sebesar US$ 135 ribu. Mantan Ketua DPR itu lanas didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Masih dilansir dari tempo.co, saat ini Setya Noovanto sedang mengajukan diri jadi justice collaborator (JC). Syarat-syarat menjadi JC di antaranya mengakui perbuatan, bersedia terbuka menyampaikan informasi yang benar tentang keterlibatan aktor lain yang berperan lebih tinggi atau aktor intelektual atau juga disebut pelaku utama.

Bagi yang menerima JC, maka ia dipertimbagkan untuk meneria tuntutan hukuman lebih ringan. Setelah menjadi terpidana pun, seorang JC bisa mendapat potongan masa tahanan dan hak-hak narapidana lain yang bisa diberikan secara khusus.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPetualangan ‘Ratu Hipnotis’ Tamat Saat Aksinya Incar Siswi SD Terekam CCTV
Berita berikutnyaKerap Potong Penjelasannya, Najwa Shihab Ditegur Anies Baswedan