Misterius! Kapal Berbendera Amerika Terdampar di Pulau Tambelan


SURATKABAR.ID – Warga Pulau Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, digemparkan oleh terdamparnya sebuah kapal tanker berbendera Amerika yang kandas di Pulau Beruah, Kecamatan Tambelan. Sudah 2 hari kapal dengan bobot ukuran besar tersebut terdampar tanpa ada ABK. Kapal ditemukan kosong sama sekali tidak berawak.

Seperti dilansir dari reportase Kompas.com, Kamis (18/01/2018), kapal tersebut masih tertambat di karang pulau Beruah. Belum diketahui siapa sebenarnya pemiliknya serta dari mana kapal ini berlayar hingga bisa tersangkut di karang sekitar Pulau Beruah ini.

Kepada tim wartawan, Camat Tambelan Ahyarudin membenarkan keberadaan kapal tanker tersebut. Bahkan, Ahyarudin mengaku hingga saat ini tak ada satu pun kru yang terlihat dari kapal tanker besar berbendera Amerika tersebut.

“Warga tidak bisa naik ke atas kapal karena bentuknya sangat besar. Namun, dari sejak Selasa (16/01/2016) kemarin hingga saat ini kapal terdampar, warga tidak melihat salah satu pun kru yang keluar dari kapal itu,” urai Ahyarudin.

Baca juga: Segera! Sandiaga Uno Akan Diperiksa Terkait Kasus Penggelapan Lahan

Sementara itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Mulai syahbandar, Dinas Perhubungan hingga TNI AL sehubungan ditemukannya kapal di Pulau Tambelan tersebut.

Dituturkan oleh Kepala Subseksi Operasional Kantor SAR Tanjungpinang Eko Suprianto, pihaknya juga masih menunggu laporan dari Stasiun Radio Pantai setempat. Eko mengklaim sudah mengetahui keberadaan kapal itu sejak tiga hari kemarin.

“Dugaan kami, kapal ini keluar jalur, dan akhirnya terdampar di sekitar Pulau Beruah, Kecamatan Tambelan, akibat terbawa arus. Info ini sudah kami sebar ke sejumlah rekanan agar pemilik dan asal berlayar kapal ini bisa cepat diketahui,” paparnya.

Syahbandar Tambelan: Tanker Itu Bernama Jelsen Natuna

Hingga berita ini dimuat, kapal tanker yang tersangkut di sekitar perairan Pulau Sedue (sebelumnya Beruah) masih dalam pengawasan dan penjagaan ketat pihak Syahbandar Tambelan, Bintan, Kepulauan Riau. Bahkan pengawasan juga dibantu oleh TNI AL dengan mengerahkan satu kapal KRI.

“Sampai saat ini kapalnya masih dalam pengawasan pihak syahbandar. Bahkan kami juga mendapatkan bantuan dari TNI AL yang menurunkan KRI untuk membantu pengawasan ini,” ungkap Kepala Syahbandar Tambelan, Lerliza Wati, Rabu (17/01/2018), seperti dilansir dari laman Kompas.com, Kamis (18/01/2018).

Liza menyebutkan, kapal tanker yang tersangkut di Pulau Sedue itu bernama Jelsen Natuna dan bukan berbendera Amerika.

“Hanya saja, kami belum tahu dari mana asal muasal kapal ini. Namun, informasi yang kami dapatkan agen kapal ini berada di Batam. Kalau tidak ada halangan, hari ini juga akan ada kapal yang akan merapat ke sini untuk menarik kapal ini,” beber Liza.

Kendati Liza mengaku belum tahu nama perusahaan pemilik kapal terkait, namun berdasarkan informasi yang didapatkan syahbandar Tambelan, perusahaan kapal Jelsen Natuna berada di Jakarta.

“Informasinya demikian, makanya sampai saat ini kami bersama satu KRI masih melakukan pengawasan dan pengecekan di sekitar kapal tersebut,” tambah Liza.

Untuk kru kapal, Liza mengaku belum bisa memastikannya lantaran anggota patroli sama sekali tidak melihat kru yang keluar dari kapal.

“Kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Kalau kapal itu ada krunya, tidak mungkin mereka tidak keluar untuk meminta bantuan. Yang jelas kami masih menunggu kapal dari Jakarta yang akan menarik kapal Jelsen Natuna ini,” tukasnya kemudian.

Sementara itu, Kadispen Lantamal XII Pontianak Kalimantan Barat Mayor Laut Irawan saat dikonfirmasi melalui ponselnya menjelaskan, pihaknya belum mendapatkan laporan secara rinci tentang kapal tanker yang terdampar di perairan Pulau Sedue, Tambelan. Namun, sejauh ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Mabes TNI AL.

“Dari Mabes sudah menerjunkan satu KRI untuk mengawasi dan memantau kapal Jelsen Natuna tersebut. Namun, siapa pemiliknya dan dari mana asalnya serta apa kegiatan kapal tersebut, saya belum mendapatkan info jelasnya,” terang Irawan.

Baca juga: Astaga! Siswa di Bondowoso Gangguan Jiwa karena Kecanduan Game

Kembali ke Liza, dia mengaku anggotanya yang melakukan pengawasan belum berhasil menduduki kapal Jelsen Natuna tersebut. Ini dikarenakan ketinggian gelombang air laut yang membuat kapal patroli tidak memungkinkan untuk bersandar di kapal tanker tersebut.

Kapal Jelsen Natuna ini memang terbilang besar dan sangat tinggi sehingga sulit untuk naik ke atas kapal terkait.