Catat Tanggalnya! 7 Fenomena Langit Ini Tak Boleh Dilewatkan di Tahun 2018


SURATKABAR.ID – Langit tahun 2018 rupanya akan diwarnai oleh beberapa fenomena angkasa yang sangat sayang jika terlewatkan oleh manusia. Apa saja peristiwa langit yang bisa kita saksikan di sepanjang tahun 2018 ini?

Seperti dilansir dari reportase National Geographic dan Science Alert via Sumsel.TribunNews.com, Kamis (04/01/2018), berikut adalah 7 fenomena langit lengkap beserta waktunya. Jangan lupa catat tanggalnya, ya!

1. Gerhana Bulan dan Matahari

Gerhana Matahari total tidak akan tampak lagi di sepanjang tahun 2018. Kendati demikian, ada tiga Gerhana Matahari sebagian dan dua Gerhana Bulan total yang bisa dilihat dari berbagai tempat di dunia, berikut adalah perkiraan waktunya:

31 Januari

Gerhana Bulan total terlihat jelas dari Australia, Amerika Utara, timur Asia dan Samudera Pasifik.

Baca juga: Aneh! Kemenlu Mengaku Tak Tahu Ada Pesawat Pembom Nuklir Latihan di Wilayah Indonesia

15 Februari

Gerhana Matahari sebagian bisa dilihat dari Antartika, Cile dan Argentina.

13 Juli

Gerhana Matahari sebagian terlihat dari Antartika dan ujung selatan Australia.

27 Juli

Gerhana Bulan total, sebagian besar terlihat dari negara-negara di Eropa, Afrika, Asia Tengah, dan Australia Barat.

11 Agustus

Gerhana Matahari sebagian tampak di timur laut Kanada, Greenland, Eropa Utara, dan timur laut Asia.

2. Hujan Meteor

Setiap tahun, terjadi beberapa hujan meteor. Apabila Anda hendak menangkap momen tersebut dengan kamera, maka dapat dipastikan Anda akan mendapat hasil foto yang spektakuler.

Dua hujan meteor terbaik yang wajib Anda lihat adalah Geminid dan Perseid. Perseid akan muncul di langit malam pada 12-13 Agustus dengan 60 meteor per jam. Sementara Geminid akan menyapa pada 13-14 Desember dengan 120 meteor per jam.

Jika Anda ingin menyaksikan hujan meteor sebanyak mungkin, pastikan catat dan pasang alarm pengingat pada tanggal-tanggal di atas.

3. Lubang Hitam

Proyek multi teleskop bernama Event Horizon Telescope berusaha untuk memotret cakrawala peristiwa lubang hitam pada April tahun ini. Sehingga pada pertengahan 2018, diperkirakan kita bisa melihat gambar pertama lubang hitam Sagitarius A tersebut.

4. Eksplorasi Bulan

Kendati hal ini belum pasti, namun sepertinya penduduk Bumi akan berkunjung lagi ke Bulan. Orang terakhir yang menginjakkan kaki di Bulan adalah Eugene Cernan, astronaut NASA, pada 1972.

Di 2018 mendatang, India untuk pertama kalinya dalam sejarah, akan menempatkan rover di Bulan.

Dengan Chang’e 4 dan Chang’e 5-nya, Tiongkok juga akan melakukan misi eksplorasi.

Sementara itu, SpaceX bahkan mengatakan bahwa mereka mempunyai rencana untuk meluncurkan paket wisata ke Bulan bagi warga biasa (bukan astronaut). Menggunakan wahana antariksa yang beroperasi tanpa pilot, SpaceX akan memungkinkan Anda mengelilingi Bulan selama seminggu.

5. Bertemu asteroid

Pada 2018, dua penjelajah asteroid akan bertemu dengan targetnya. Di Juni, Hayabusa 2 milik JAXA yang diluncurkan pada 2014 akan bertemu dengan asteroid Ryugu.

Sementara pada Agustus, OSIRIS-REX dari NASA akan bertemu dengan asteroid dekan Bumi, Bennu.

6. Ledakan kembang api pulsar

Di tahun 2018 ini, pulsar, bintang neutron yang berotasi dengan cepat, akan terbang melintasi salah satu bintang paling terang di galaksi.

Saat itu terjadi, akan ada ledakan kembang api astrofisika yang membantu para peneliti mengukur massa, gravitasi, medan magnet, dan angin bintang.

7. Satelit planet Merkurius

Baca juga: Barang-Barang Nggak Masuk Akal Ini Harganya Selangit! Begini Saja Kok Mahalnya Minta Ampun?

Pada 2018, ESA dan JAXA meluncurkan misi bersama mereka– BepiColombo, yang akan menjadi satelit Merkurius, planet paling dekat dengan Matahari. Seperti diketahui, hanya planet Merkurius dan Venus sajalah yang tidak memiliki satelit. Selain itu, para pakar juga masih mencari tahu kiranya apa penyebab Merkurius terus menciut dari waktu ke waktu.

Meskipun satelit ini tidak akan sampai Merkurius sebelum 2018, namun ini tetap menjadi fenomena penting yang patut dinanti-nanti.