Sweeping Toko Obat, Polisi Sebut Oknum FPI Sempat Minta Rp20 Ribu ke Penjaga Toko


SURATKABAR.ID – Pihak kepolisian menyebutkan jika sejumlah anggota Front Pembela Islam (FPI) yang pada Rabu (27/12/2017) merazia toko obat di Kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi sebelumnya sempat meminta uang kepada pemilik toko obat dengan dalih digunakan untuk membeli materai.

Komisaris Besar Indarto, Kapolres Metro Bekasi Kota menyebutkan, saat dilakukan razia, penjaga toko dimintai untuk menandatangani surat pernyataan untuk menutup usaha. Dan ternyata, FPI sudah menyiapakn surat itu terlebih dahulu.

“Beberapa orang ini mengancam akan menutup paksa dan meminta uang Rp20 ribu kepada penjaga toko dengan dalih beli meterai,” ujar Indarto saat merilis kasus penangkapan anggota FPI di Mapolres Bekasi, Senin (1/1/2017) malam, seperti yang diwartakan oleh CNNIndonesia.com

Baca juga: Beda 180 Derajat! Begini Perbandingan Reaksi Anies Baswedan dan Tri Rismaharini Kala ‘Taman Kota’ Dirusak Warga

Kombes Indarto selanjutnya menuturkan detail kronologi kejadian penangkapan empat orang anggota FPI. Dari empat anggota FPI yang diamankan, polisi menetapkan satu yang berinisial BG (42) jadi tersangka. Polisi menyebutkan BG bersama dengan 20 temannya datang ke TKP sekitar pukul 11:00 WIB.

BG bersama dengan teman-temannya mengenakan pakaian serba putih saat mendatangi toko yang dimaksud. Beberapa dari mereka ada yang berjaga di toko, sementara BG bersama dengan dua rekannya yang berinisial SF dan RN masuk ke dalam toko secara paksa. BG melakukan pencarian dan mengeluarkan obat-obatan secara paksa.

Selanjutnya, BG memaksa penjaga toko untuk mengakui jika di dalam toko tersebut menjual obat keras dan tidak bisa dijual sembarangan. Selanjutnya, BG mengambil ember yang berisi air lalu memasukkan obat-obatan yang dimaksud ke dalamnya untuk dimusnahkan.

Baca juga: Tak Pernah Terjadi Sebelumnya! Sandiaga Uno Pidato Sambil Dipijat

Kelompok itu menginstruksikan penjaga toko untuk jongkok di lantai sementara mereka duduk di atas kursi sambil membentak-bentak. Tak berselang lama, 15 menit kemudian sejumlah personel kepolisian dari Polsek Pondok Gede datang setelah mendapat kabar ada ormas yang melakukan razian. Polisi sendiri tengah berada si sekitar lokasi lantaran tengah merazia minuman keras.

Kemudian polisi mengamankan barang bukti dan membawa anggota FPI beserta penjaga toko untuk dimintai keterangan. Keesokan harinya, peristiwa itu dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, didapatkan keterangan bahwa BG telah melakukan pengrusakan terhadap barang milik korban. Selain itu juga intimidasi dengan memaksa korban menandatangani surat pernyataan,” ucap Indarto.

Baca juga: Soal Pelarangan Berceramah Ustaz Somad, Anggota DPR Ini Singgung Orde Baru dan PDIP

BG ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan yang telah diperbuat dan ia dikenankan Pasal 170 dan 335 ayat 1 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 7 tahun lamanya.