2 Juta Banser Amankan Natal, Kapolri Beri Julukan Ini


SURATKABAR.ID – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut bahwa perayaan Natal di seluruh Indonesia tahun ini berjalan lancar tanpa gangguan keamanan yang berarti.

Menurutnya, kemanan bisa terjaga berkat kerja sama antara polisi, TNI, dan masyarakat.Salah satu komponen masyarakat yang turut mengamankan Natal adalah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama.

“Alhamdulillah sampai hari ini belum ada insiden yang berarti (saat perayaan Natal) di seluruh Indonesia. Kemudian masih ada lagi pekerjaan kita untuk mengamankan rangkaian Tahun Baru,” tutur Tito saat memberikan sambutan dalam acara ramah tamah di kediaman politisi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait di kawasan Bintaro, Banten, Senin (25/12/2017) malam, seperti dilansir beritasatu.com.

Selain itu, Tito juga mengucapkan terimakasih kepada TNI serta rakyat yang telah memberikan banyak dukungan selama pengamanan Natal.

Baca juga: Unik-Unik! 7 Tradisi Natal di Belahan Dunia, Sampai Ada Kebiasaan Makan Cacing

“Terima kasih banyak terhadap panglima TNI dan jajarannya atas dukungan yang sangat luar biasa. TNI-Polri enggak ada apa-apanya, kalau rakyat tidak mendukung,” ujarnya.

Tak hanya itu, Tito juga sempat memberikan julukan khusus pada Banser NU yang telah membantu di sejumlah daerah. Menurutnya, Polri hanya mengerahkan ratusan ribu personel dan ditambah sekitar 90.000 TNI. Sementara itu, Banser mengerahkan lebih dari dua juta anggota.

“Terima kasih banyak kepada Banser dan masyarakat lainnya. Kalau kita sebut, namanya ini silent warrior. Dia adalah pejuang, tetapi tidak kelihatan,” lanjutnya.

Selain Tito, pada acara tersebut putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Yenni Wahid, mengatakan bahwa open house di rumah Maruarar membuat semua orang bahagia. Selain itu juga menunjukkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Negara ini akan menjadi negara besar bila kekompakan itu tetap terjaga,” katanya seraya memberikan pujian untuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito.

Yenni juga memberikan pujian pada Maruarar yang terus menyuarakan kebhinekaan. “Ini kita hargai semua. Bagi NU yang mayoritas sudah tugas kami mengayomi kelompok minoritas. Ini adalah panggilan sejarah kami. Ini dimulai dari kakek buyut kami. Apa pun latar belakang dan suku agama keyakinan kita, hari ini bangsa Indonesia. Hari ini membuktikan bangsa ini punya kebersamaan,” tukasnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaGawat! Jenderal Top AS Nyatakan Perang Besar akan Datang
Berita berikutnyaTak Hanya di Masjid, Pria Ini Juga Buang Kotoran di Gereja dan Vihara