Jleb! Penataan Tanah Abang Oleh Anies-Sandi Dibilang Buang Uang untuk PKL


SURATKABAR.ID – Peneliti Laboratorium Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, menganggap penggunaan jalan raya untuk tempat jualan para pedagang kaki lima (PKL) adalah aksi menyalahi Undang-undang.

Djoko menilai, jalan raya yang dijadikan tempat PKL berjualan itu melanggar Pasal 12 Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Adapun bunyi Pasal 12 yaitu setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan.

Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang milik jalan.

Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang pengawasan jalan.

Baca juga: Memiliki Alat Vital Terpanjang, Pria Ini Malah Susah Punya Anak

“Jalan itu kan dibangun untuk lalu lintas orang dan barang menggunakan kendaraan. Kalau mau jualan ya jangan di jalan, nanti itu dianggap pengalihan fungsi itu bisa melanggar undang-undang jalan,” kata Djoko Jumat (22/12/2017) dikutip dari Kompas.com.

Apabila ada pihak yang merasa terganggu kenyamanannya, kata Djoko, mereka bisa saja menuntut sang pemberi izin, dalam hal ini yakni Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dipimpin oleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

“Masyarakat bisa menuntut itu, menuntut gubernurnya karena jalan itu dibangun mahal kan. Sayang ratusan miliar bangun jalan hanya untuk PKL,” ujar Djoko.

Menurutnya, siapa pun bisa saja menyampaikan tuntutan itu karena jalan yang seharusnya menjadi tempat lalu lintas publik malah jadi terhambat fungsinya.

Baca juga: Patung-Patung Tak Lazim Ini Tunjukkan Seni Memahat Tidak Selamanya “Indah”

Djoko menambahkan, padahal pembuatan jalan itu memakai uang dari rakyat yang membayar pajak mereka.

“Enggak boleh semena-mena karena bangun jalan itu uang rakyat, bukan uangnya dia kan,” kata Djoko.

Djoko menilai, jika penerapan kebijakan itu hanya dalam momen-momen tertentu, seperti pada akhir pekan atau car free day, maka hal tersebut wajar-wajar saja.

Akan tetapi, kalau hal itu diterapkan setiap hari sejak pagi sampai sore, maka tidaklah wajar. Demikian menurut Djoko.

“Kesannya tuh terlalu memaksakan diri. Itu kan sudah membuat tata kotanya jadi buruk kan. Gagal paham sih mengenai jalan,” kata Djoko.

Baca juga: Farah Quinn Akhirnya Buka-Bukaan Soal Agama Anaknya, Bikin Nangis

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengizinkan PKL yang biasanya berdagang di atas trotoar Stasiun Tanah Abang untuk berjualan di Jalan Jati Baru Raya, dekat Stasiun Tanah Abang.

Ada penutupan jalur dalam konsep penataan Pasar Tanah Abang jangka pendek itu, yakni dua jalur di depan Stasiun Tanah Abang ditutup sejak pukul 08.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Satu jalurnya digunakan untuk PKL, sementara satu jalur lainnya digunakan untuk transjakarta. Untuk para PKL pun disediakan tenda gratis dan tanpa dipungut retribusi.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaWaduh! Kemendagri Suruh Anies Tiru Ahok. Soal Apa?
Berita berikutnyaPanglima TNI Batalkan Mutasi Perwira Tinggi, Begini Komentar Mengejutkan Gatot Nurmantyo