Sah! Terbukti Bersalah dalam Kasus Ujaran Kebencian, Alfian Tanjung Divonis 2 Tahun Penjara


SURATKABAR.ID – Pada Rabu (13/12/2017), vonis telah dijatuhkan kepada ustaz Alfian Tanjung sehubungan kasus ujaran kebencian. Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya memvonis dua tahun penjara kepadanya. Menurut penilaian hakim, Alfian terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian saat memberikan ceramah di Masjid Al Mujahidin Tanjung Perak pada Februari 2017 lalu.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis,” papar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Dedi Fardiman. Demikian sebagaimana dilansir dari laman Tempo.co, Kamis (14/12/2017).

Lebih Ringan Dibanding Tuntutan Jaksa

Alfian dinyatakan sudah terbukti melanggar Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b butir 2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis. Hakim juga memerintahkan terdakwa untuk ditahan. Vonis yang dijatuhkan majelis hakim itu lebih ringan satu tahun dibanding tuntutan jaksa.

Sebagai tanggapan vonis tersebut, Alfian dan tim kuasa hukumnya memutuskan banding. “Saya menyatakan banding,” tandas Alfian sesaat setelah hakim membacakan amar putusan sembari disambut takbir pendukungnya.

Baca juga: Soal Sengketa Ustaz Somad dan Penolaknya di Bali, Kemenag: Jalan Terbaik adalah Islah

Adapun jaksa dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak menyatakan pikir-pikir.

“Kami pikir-pikir,” jawab JPU Rachmat Supriyadi, melansir laman Detik.com.

Sebelumnya, kasus ini bermula dari sebuah video yang diunggah di YouTube pada Februari 2017. Dalam video tersebut, Alfian memberikan kuliah subuh di Masjid Al Mujahidin dengan menuding Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) antek PKI dan Cina.

Diwarnai Unjuk Rasa

Sidang diwarnai aksi unjuk rasa di depan PN Surabaya oleh ratusan pendukung Alfian dari sejumlah ormas Islam dari pelbagai daerah. Berkostum putih-putih, perwakilan dari mereka berorasi menyatakan bahwa Alfian merupakan figur perlawanan melawan komunis di Indonesia.

Baca juga: Bayi Putri Duyung Lahir dan Hebohkan Dunia, Tetapi Akhirnya….

Mereka, yang sebagian besar berasal dari Front Pembela Islam (FPI), kemudian membubarkan diri setelah tim kuasa hukum Alfian Tanjung menjelaskan hasil sidang putusan kepada peserta unjuk rasa. Diiringi takbir dan yel-yel perjuangan, secara berkelompok mereka meninggalkan PN Surabaya.