Massa PKS Demo di Kedubes AS, Donald Trump Didoakan Kena Stroke!


SURATKABAR.ID – Mohamad Sohibul Iman yang merupakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan bahwa kebijakan Presiden Amerika Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah merusak perdamaian yang ada.

“Klaim ini tentu saja melanggar kesepakatan dunia lewat resolusi PBB. Klaim ini jelas merusak perdamaian yang dirintis oleh kita dan dunia selama bertahun-tahun,” tandasnya sewaktu berorasi di depan Kedutaan Besar Amerika, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (10/12/2017). Demikian seperti dikutip dari laporan JawaPos.com.

Sohibul menjelaskan, pernyataan pongah Trump terkesan terlalu mendikte negara-negara lain. Ia juga mengimbau agar dunia dan massa terus menyerukan ketidaksukaannya saja terhadap Trump.

Di sisi lain, Sohibul berharap segala aksi yang telah dilakukan akan memberikan tekanan terhadap pihak Amerika.

Baca juga: Tak Adil! Setelah Cucunya Meninggal Akibat Difteri, Kakek Ini Menderita karena Dikucilkan

Didoakan Kena Stroke

Sementara itu, Ansory Siregar selaku Anggota DPR RI yang turut menghadiri aksi demo telah menginstruksikan kepada massa yang hadir untuk mengangkat telunjuknya ke atas dan berharap agar Donald Trump terkena penyakit stroke.

“Semua yang ada di hadapan saya tunjuk tangan ke langit. Kita akan takbir agar Donald Trump kena stroke!” tandasnya sambil berteriak.

Sebagaimana diketahui, ribuan massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turun ke jalan pada hari ini, Minggu (10/12/2017). Mereka menggelar aksi demo di depan Kedutaan Besar Amerika, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Aksi ini merupakan buntut dari kebijakan Presiden Amerika, Donald Trump yang mengamini Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tak cuma itu, Trump juga mengumumkan rencana pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Guna mengamankan aksi tersebut, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu telah menyiapkan 12 kompi gabungan yang terdiri dari 6 kompi Polda Metro Jaya, 3 kompi dari gabungan Brimob, 2 kompi gabungan dari Polres dan Polsek Jakarta Pusat, serta 1 kompi gabungan dari BKO Satuan TNI dan Kodam.

Solidaritas Umat Islam

Secara terpisah, Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta, Syakir Purnomo menyampaikan bahwa massa yang mengikuti aksi memprotes kebijakan Trump di Kedutaan Besar Amerika tidak hanya berasal dari Jakarta, melainkan dari wilayah lain.

Selain Jakarta, tercatat perwakilan dari Surabaya, Semarang dan wilayah lainnya turut meramaikan aksi tersebut.

“Diperkirakan ada sekitar 200 ribu massa yang mengikuti orasi,” katanya, Minggu (10/12/2017).

Suara dukungan terhadap Palestina dan kecaman terhadap Amerika juga datang dari salah satu orator PKS dari Jakarta Timur.

“Palestina selamatkan, Palestina selamatkan! Zionis hancurkan, zionis hancurkan!” katanya menyemangati peserta aksi.

Baca juga: Mengungkap Konsistensi Indonesia yang Sudah Dukung Palestina Sejak Era Bung Karno

Ada pun Desi, salah satu peserta aksi, mengaku dirinya ikuti aksi sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama Muslim.

“Kita ikut berpartisipasi untuk mendukung persaudaraan Islam,” tukas Ibu yang datang dengan seluruh keluarganya dan membawa atribut bendera Palestina ini.