Tolak Ustad Abdul Somad, Anggota DPD Ini Ingin Bali Seperti Israel


SURATKABAR.ID – Rencana Safari Dakwah Ustad Abdul Somad di Bali pada tanggal 8-9 Desember 2017 sempat ditolak keras oleh ormas setempat.

Bahkan, ormas juga sempat meringsek masuk ke hotel tempat Ustad Somad menginap. Ustad kondang ini juga disebut-sebut memiliki agenda anti Pancasila di Bali.

Tak hanya ormas, DPD RI asal Bali, Dr Arya Wedakarna, juga menolak dengan tegas dakwah Ustad Somad. Sebab, menurutnya Ustad Somad memiliki agenda politik terselubung.

Siapapun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung. Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapapun yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda anti Pancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali,” tulis Wedakarna di fans page Facebook @dr.aryawedakarna, Jumat (1/12/2017) lalu, dilansir tribunnews.com.

Baca juga: Viral! Diduga Nodai Agama, Begini Nasib Pendeta Abraham Sekarang

Lebih lanjut, Wedakarna menyebut bahwa penolakan ini merupakan aspirasi masyarakat Bali yang sudah diperbincangkan di medsos beberapa hari sebelumnya.

Selain itu, Wedakarna juga meminta Polri untuk memeriksa penyelenggara Safari Dakwah Ustad Abdul Somad.

“Untuk aparat Polri, mohon diperiksa siapa penyelenggara program ini? Dan apa motif panitia lokal di Bali untuk mengundang atau mau menerima sosok yang tidak disukai oleh umat Hindu sebagai mayoritas? Apa ada skenario adu domba umat?” katanya.

Terkait penolakan ini, ada hal mengejutkan tentang Wedakarna. Diterbitkan republika.co.id pada tanggal 26 November 2015 silam, Wedakarna pernah mengungkapkan bahwa ia ingin Bali seperti Israel.

“Ke depan Bali bisa jadi seperti Israel, karena Bali bisa memenuhi unsur seperti itu,” ujarnya di Denpasar, Bali, Kamis (16/11/2016) silam.

Wedakarna melanjutkan, unsur yang dia maksud adalah DNA orang Bali yang merupakan orang Majapahit, yakni orang Jawa yang tak ingin disyahadatkan oleh Walisongo.

Kedua tentang jiwa puputan orang Bali, yakni berperang sampai titik darah penghabisan. Ketiga, menurut Wedakarna orang Bali adalah keturunan Majapahit yang berasal dari kalangan bangsawan.

Baca juga: Geger Konten Khilafah Dan Jihad Masuk Soal Ujian, Ini Tindakan Tegas Kemenag Jombang

Wedakarna juga mengisahkan soal babad Raja Dalem Waturenggong yang mengusir Sunan Wali ketika ingin mengislamkan Bali. Dia juga menantang utusan Walisongo yang ingin mengislamkan Bali.

“Hitung dulu bulu kaki saya dan langkahi mayat saya, jika hendak mengislamkan Bali,” ujarnya.