Korea Utara Sebut Trump Kena Gangguan Mental Terkait Masalah Yerusalem


    SURATKABAR.ID – Korea Utara menyerang Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal keputusannya yang mengakui Yerusalem seabgai ibu kota Israel secara resmi.

    Mereka kembali menyebut Trump sebagai “dotard” atau orang tua yang sudah hilang kewarasan.

    Beberapa bulan terakhir ini, Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un terus saling bertukar kecaman dan juga hinaan.

    Mereka lakukan ini seiring dengan tensi yang meningkat terkait ancaman nuklir dan misil dari Korea Utara.

    Sekarang, Korut pun ikut bergabung dengan banyak negara di dunia dan mengutuk keputusan Trump atas Yerusalem, serta menyebut aksinya itu “ceroboh dan licik”.

    Baca juga: Gempar! Guru Lakukan Hal Tidak Pantas dengan Muridnya di Kelas, Videonya Beredar Viral

    “Mempertimbangkan fakta bahwa orang tua yang mentalnya terganggu ini telah secara terbuka di depan PBB mengancam penghacuran total negara berdaulat, aksi ini tidak begitu mengejutkan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, dilansir dari cnnindonesia.com.

    “Namun keputusan ini dengan jelas menunjukkan kepada seluruh dunia siapa yang menghancurkan kedamaian dan keamanan dunia, paria di komunitas internasional,” ujarnya menggunakan ejekan yang biasa dipakai di Korea Utara.

    Trump pada Rabu mendeklarasikan bahwa Yerusalem menjadi ibu kota Israel, hal ini pun memantik kemarahan di berbagai negara muslim serta memicu kritik dari para sekutu AS.

    Sebelumnya, Trump pernah mengingatkan pemerintah Korea Utara bahwa dirinya siap berperang.

    Baca juga: Alami Gejala Sakit Ini Saat Umumkan Yerusalem Ibu Kota Israel, Trump Siap Jalani Pemeriksaan Medis

    Dia juga berkata di depan Sidang Umum PBB kalau Washington bakal “menghancurkan Korea Utara” kalau harus membela diri.

    Trump dalam pidato yang sama juga menyebut Kim sebagai “manusia roket” setelah beberapa kali Pyongyang menguji misil yang punya daya jelajah hingga mencapai Amerika Serikat.

    Beberapa hari kemudian, ucapannya itu mendapat respon dari Kim yang menyebut Trump sebagai “dotard”.

    Menurut pernyataan terakhir KCNA, Korut “mengecam kuat” keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota.

    Korut juga memberikan dukungan serta solidaritas kepada Palestina dan rakyatnya untuk secara sah memenangi hak mereka.

    “Amerika Serikat akan dimintai pertanggungjawabannya atas akibat yang akan timbul dari aksi ceroboh tersebut,” demikian bunyi pernyataan tersebut.