Viral! Diduga Nodai Agama, Begini Nasib Pendeta Abraham Sekarang


 

SURATKABAR.ID – Seorang pendeta bernama Saifuddin Ibrahim (Abraham Ben Moses) dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LDK PWM) DKI Jakarta. Yang bersangkutan dilaporkan atas dugaan telah melakukan penodaan terhadap Agama Islam. Pengaduan tersebut diterima oleh AKBP Ariawibawa A dari Unit 1 Subdit 2 Cyber Bareskrim Polri pada Jumat (8/12/2017) sore.

Seperti dikutip dari laporan Republika.co.id, Sabtu (9/12/2017), Saifuddin Ibrahim yang biasa dipanggil dengan sebutan akrab Pendeta Abraham di kalangan komunitas Kristiani diadukan dengan Pasal 156a huruf a Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penodaan Agama dan Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Pasal 4 dan 16 UU 40 th 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

“Pengaduan ini kami lakukan untuk memberikan pelajaran keras kepada yang bersangkutan,” ungkap pelapor bernama Pedri Kasman selaku sekretaris Pemuda Muhammadiyah, dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (8/12/2017).

Jadi Viral

Berdasarkan keterangan dari Pedri, tindakan pendeta tersebut jelas-jelas telah meresahkan umat Islam sebab telah menghina agama Islam dalam video yang saat ini tengah viral.

Baca juga: Viral! Beredar Surat Untuk Warga Non-Muslim di Tangerang, Polisi Kumpulkan Pengurus Desa. Ternyata Begini Isinya

Pedri melanjutkan, penghinaan terhadap nabi akan berpotensi merusak kerukunan antarumat beragama dan mengancam persatuan dan keberagaman bangsa ini.

Apalagi, lanjutnya, pelaku ialah seorang Pendeta, simbol bagi agama Kristiani yang seharusnya memperlihatkan perilaku yang mulia.

“Kami mendesak kepolisian untuk segera memastikan yang bersangkutan dijadikan tersangka penodaan agama dan proses hukumnya dilanjutkan secara terbuka, jujur dan adil,” tuturnya.

Pedri menambahkan, hal ini sangat penting agar tidak ada tindakan dan reaksi keras dari masyarakat, terutama umat Islam yang merasa dirugikan. Menurutnya, kepolisian harus memperhatikan kasus ini demi ketenteraman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini sehingga betul-betul bisa diyakini proses hukumnya berjalan dengan benar. Kami akan membantu pihak penegak hukum dengan memberikan bukti-bukti yang kuat serta saksi-saksi ahli yang kredibel di bidangnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Moh Naufal Dunggio selaku Ketua LDK PW Muhammadiyah DKI Jakarta berharap kejadian dugaan penodaan agama ini menjadi pelajaran berharga bagi semua umat beragama dan tidak ada lagi yang bermain-main dengan isu agama.

Baca juga: Anies Baswedan Pastikan Perayaan Natal di Monas Ditanggung Pemprov DKI

“Mari kita jaga bangsa ini dengan bertutur dan bertindak sesuai norma dan aturan yang berlaku di negara kita tercinta ini,” pungkasnya.