Geger Konten Khilafah dan Jihad Masuk Soal Ujian, Ini Tindakan Tegas Kemenag Jombang


SURATKABAR.ID – Pihak kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Jawa Timur akhirnya mengambil keputusan untuk menarik seluruh soal dan hasil ujian setelah timbulnya polemik materi khilafah di dalam naskah Ujian Akhir Semester di Madrasah Aliyah. Dan akibat dari pembatalan tersebut, jadwal pelaksanaan UAS di Madrasah Aliyah Negeri Jombang bakal ditambah satu mata pelajaran lagi.

Hal itu disebabkan materi pelajaran fiqih, seluruh soal dan kunci jawabannya ditarik dan dibatalkan. Pembatalan itu lantaran adanya protes sejumlah pihak soal konten khilafah dan juga jihad di dalam materi yang diujikan.

“Kami menerima banyak pengaduan masyarakat yang mengeluhkan materi UAS MAN yang diujikan 5 Desember kemarin,” kata Ketua PC Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang Hanan Majdy (Gus Hanan) Rabu (6/12/2017), seperti yang diwartakan oleh Tribunnews.com

Baca juga: Geram Tak Tertahankan, Erdogan: Hei Trump! Apa yang Ingin Anda Lakukan?

Dari penelusuran ISNU, papar Gus Hanan, dari total 50 soal, 10 diantaranya mengenai khilafah. Selain khilafah juga ada mengenai majelis syura dalam Islam serta jihad. Materi yang dimaksud adalah khilafah dan negara Islam yang ditemukan pada soal ujian akhir semester kelas XII.

Menurut Gus Hanan, ini bisa menimbulkan masalah yang baru.

“Akibatnya, langsung ataupun tidak langsung bisa mengancam keutuhan NKRI. Apalagi jika tidak diajarkan secara utuh. Siswa sepenggal-sepenggal memahami khilafah, dan siswa gampang terpengaruh jika bersentuhan dengan kalangan yang memperjuangkan sistem khilafah,” kata Gus Hanan.

Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Jombang, Abdul Haris bertindak cepat dengan langsung mengumpulkan seluruh pengurus musyawarah guru mata pelajaran fiqih beserta kelompok kerja kepala madrasah yang dianggap bertanggung jawab akan kejadian itu.

Baca juga: Heboh Surat ‘Curhat’ Setnov ke Jokowi, Fadli: Presiden Punya Kedekatan Khusus dengan Pak Novanto

“Dari hasil rapat diputuskan diganti dengan soal baru, sedangkan jawaban yang sudah dilaksanakan sebelumnya dianggap tidak sah,” kata Abdul, seperti yang diwartakan oleh JPNN.com

Pihak kemenag akan menjadwalkan ulang pelaksanaan ujian mata pelajaran Fiqih Sabtu depan. Dan saat ini panitia masih menyusun materi soal yang bakal dujikan.