Terciduk! Menteri Susi Tangkap Kapal Nelayan China yang Mencuri Ikan


SURATKABAR.ID – Keberatan kapal nelayannya ditangkap di wilayah perairan Nusantara pada 30 November 2017 lalu, Pemerintah China lantas menyatakan keberatannya kepada pemerintah Indonesia.

“Kami telah mengomunikasikan masalah ini dan mengajukan keberatan kepada Indonesia dan Timor Leste melalui saluran diplomatik,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, di Beijing. Demikian sebagaimana dilansir dari reportase Okezone.com, Kamis (7/12/2017).

Geng Shuang juga meminta pemerintah Indonesia dan Timor Leste segera membebaskan awak dan kapal pencari ikan asal China itu yang saat ini sedang ditahan.

Berdasarkan keterangan yang dimilikinya, kapal tersebut beroperasi di wilayah perairan dengan berbekal surat persetujuan dari pemerintah Timor Leste.

Baca juga: Cemaskan Utang Negara, Ekonom: RI Jangan Tiru Sri Lanka, Pelabuhan dan Bandara Diambil Alih China

“Pihak kami di sana sampai saat ini masih menangani persoalan tersebut,” ujar Geng melanjutkan.

Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia

Seperti diketahui, stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang, Nusa Tenggara Timur mengamankan kapal pencari ikan asal China karena memasuki perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perbatasan Timor Leste secara ilegal pada 30 November 2017.

“Kapal China yang kami tangkap beberapa waktu lalu sudah menangkap 30 ton ikan dan sudah kami amankan sebagai barang bukti,” beber Mubarak selaku Kepala Stasiun PSDKP Kupang.

Mubarak melanjutkan, saat ditangkap, kapal yang dinakhodai Wong Zhi Yi (55) yang berkewarganegaraan China tersebut berada di Laut Timor yang berada di ZEE Indonesia.

“Pelaku telah melakukan tindak pidana perikanan di wilayah perikanan RI, di laut ZEE Indonesia sehingga selanjutnya diproses secara hukum,” tandasnya.

Ia menyebutkan, pemerintah China dan Timor Leste telah menandatangani kesepakatan kerja sama penangkapan ikan yang intinya mengizinkan kapal China menangkap ikan di wilayah perairan negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia itu.

Namun pihak Stasiun PSDKP Kupang terus mengintensifkan pengawasan di perairan ZEE Indonesia yang berbatasan dengan Timor Leste.

Baca juga: Nyaris! Luput dari Maut, 10 Foto Ini Tunjukkan Pertolongan Tuhan Datang Tepat Pada Waktunya

“Kami tetap fokuskan pengawasan di perbatasan karena wilayah perairan Timor Leste sangat sempit sehingga rawan kapal-kapal asing memasuki dan menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia,” pungkas Mubarak.