Menohok! Mahfud MD Tak Setuju dengan Konsep Khilafah Versi Felix Siauw


SURATKABAR.ID – Tak hanya mengkritisi Abu Janda terkait hadis, tokoh Nahdlatul Ulama, Mahfud MD juga menyatakan tak sepaham denga konsep khilafah yang disampikan oleh Ustaz Felix Siauw.

Sebelumnya di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) yang ditayangkan pada 5 Desember 2017 malam denga tema “212: Perlukah Reuni” Felix Siauw mempertanyakan kenapa ideologi khilafah dinyatakan terlarang dan tak diakui.

Berdasarkan Felix Siauw, jika khilafah dilarang orang haruslah mengapuskan penyebutan empat nama kholifah saat melaksanakan ibadah salat Taraweh.

“Khilafah adalah prinsip pengolahan alam semesta yang diamanahkan Allah kepada manusia,” jelas Felix. Untuk itu, menurut Felix, khilafah adalah sebuah keniscayaan, seperti yang diwartakan oleh Viva.co.Id

Baca juga: Mengejutkan! Begini Peruntungan Jokowi Jika Dipasangkan dengan Gatot di Pilpres 2019

Tetapi, Mahfud MD memiliki pandangan yang berbeda dengan Felix Siauw mengenai konsep khilafah. Dia menyebutkan konsep khilafah yag diperjuagkan oleh Front Pembela Islam (FPI) dan juga Hizbut Tahrir Indonesia bukan khilafah dalam tataran gagasan, tetapi khilafah dalam konteks sistem pemerintahan.

“Itu (khilafah untuk sistem pemerintahan) ideologi yang bertentangan. Upaya mengganti sebuah sistem yang sudah disepakati jelas itu gerakan terlarang,” ujar Mahfud.

Pakar Hukum Tata Negata asal Madura itu mengaku jika ia sudah menggali secara langsung konsep khilafah yang diperjuangan oleh HTI. Di dalam diskusi dan acara tukar pikiran, Mahfud mendapatkan keterangan yang sahih jika HTI memperjuangkan khilafah sebagai sistem pemerintahan.

“HTI itu bilang pemerintahan itu thoghut (berhala/sesembahan). HTI juga menolak ide kebangsaan, mereka ingin transnasional. Itu tak dibantah oleh mereka, ini jelas berbahaya sebagai sebuah bangsa,” kata Mahfud di Yogyakarta saat dihubungi lewat video conference oleh Karni Ilyas sebagai pemandu acara ILC.

Baca juga: Diaggap ‘Tusuk’ Tradisi NU, Begini Kritikan Tajam Mahfud MD ke Abu Janda Soal Hadis

Sementara itu dari sisi teologis, sepanjang mendalami Ilmu Tata Negara Islam, pemilik nama asli Mohammad Mahfud Md tidak menemukan konsep khilafah sebagai sistem pemerintahan.

“Di dalam sumber primer, tidak ada khilafah sebagai sistem. Kita bisa berdebat kapan saja. Kalau sebutan khilafah untuk pemimpin iya (ada), tapi tak ada sebagai sistem, khilafah itu macam-macam,” jelasnya.

Selajutnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia ini juga menyebutkan sistem Pancasila yang dianut dan diterapkan di Nusantara ini sudah sangat pas. Bahkan, jika didalami lebih jauh, Pancasila itu merupakan khilafah dalam bentuk khilafah al Indonesia, atau khilafah khas Indonesia.

“[Tapi] Gerakan khilafah sebagai alternatif ideologi itu berbahaya,” tuturnya.