Nyesek! Harus Tinggal di Gubuk Reyot dengan 2 Ekor Sapi, Begini Duka Mbah Umbran


    SURATKABAR.ID – Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tampaknya belum sepenuhnya merata dirasakan oleh bangsa ini. Hal tersebut bisa dilihat dari tingkat kesejahteraan hidup sejumlah warga di beberapa daerah terpencil yang masih harus berjibaku dengan kejamnya dunia.

    Dan salah satu dari sekian banyaknya kisah hidup penuh nestapa datang dari salah satu kecamatan di Kota Malang, tepatnya di Kecamatan Lawang. Seorang nenek tua renta menjadi saksi pedihnya bagaimana hidup seorang diri di usia yang sangat senja.

    Melalui akun media sosial Facebook Jefri Imaji, seorang fotografer asal Malang, membagikan cerita penuh haru tentang kehidupan Mbah Umbran, wanita berusia labih dari 75 tahun, pada Minggu (3/12). Semua berawal ketika sang nara sumber turut serta dalam kegiatan sosial.

    Kegiatan sosial yang mengantongi tujuan untuk menyalurkan beras ke sejumlah orang yang membutuhkan tersebut sengaja diadakan oleh Ibu Ita, seorang manager dari perusahaan pengolahan rumput laut yang berlokasi di Lawang, Malang.

    Baca Juga: Baper Parah! Wanita Ini pamer Foto Pria Duduk di Depan Kamar istrinya. Fakta di Baliknya Bikin Netizen Nangis

    Berbekal sebanyak 30 kantong beras dengan berat masing-masing 5 kilogram, mereka meluncur ke Dusun Gunung Tumpuk, daerah Lawang. Setibanya di lokasi, dengan dibantu seorang warga setempat, mereka mulai membagikan bantuan pada sejumlah warga.

    Pada rumah pertama, Jefri dipertemukan dengan sang pemilik yang merupakan seorang wanita sepuh bersama dengan kakek yang tak kalah rentanya. Bahkan untuk duduk saja ia tampak harus berjuang mati-matian. Usai menyerahkan bantuan beras, mereka kembali melanjutkan perjalanan.

    Lalu pada rumah selanjutnya, hati Jefri semakin teriris mengetahui kenyataan pahit yang berdiri di hadapannya. Betapa tidak, di sebuah gubuk kecil yang terlihat reyot, Mbah Umbran harus berbagi tempat tinggal dengan 2 ekor sapi.

    Rasa haru bertambah ketika didapati tempat tidur wanita tua renta tersebut yang sudah sangat tak layak pakai. Tinggal hanya bersama sapi-sapi yang sebenarnya merupakan titipan dari tetangga, Mbah Umbran harus bertahan hidup seorang diri tanpa dikelilingi sanak saudara.

    Baca Juga: Distorsi Fakta di Balik Perang 3.000 Umat Muslim Melawan 200 Ribu Pasukan Romawi

    “Apa yang kulihat sungguh membikin hati menangis. Bayangkan saja, cuaca di Malang ketika kita tidur pakai dua selimut tebal pun kadang masih menggigil, namun Mbah Umbran hanya memakai selimut tipis,” tulis Jefri menyertai unggahan pada Jumat (1/12).

    Jefri menggambarkan kehidupan yang dijalani Mbah Umbran sangatlah tidak layak untuk seorang yang sudah serenta itu. Dikelilingi dinding dari anyaman bambu yang mulai reyot, berlantaikan tanah, terlebih fakta harus berbagi tempat tinggal dengan binatang ternak. Hal tersebut tentunya tak dapat memberikan jaminan penuh atas kesehatannya.