Reuni 212 Kurang Bersemangat, Fahri Hamzah: Dulu Setannya Masih Ada


SURATKABAR.ID – Fahri Hamzah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyebutkan jika Reuni Akbar Alumni 212 kalah semangat dengan aksi 212 atau 411 yang digelar pada Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu. Menurut Fahri, semangat itu hilang dan luntur lantaran setannya yang dilawan sudah tidak ada.

“Saya lihat momen 411, 212 itu lebih semangat dari hari ini. Mungkin karena dulu setannya masih ada,” ujar Fahri berorasi pada acara Reuni Akbar Alumni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2017) seperti yang diwartakan oleh JPNN.com

Namun mengenai sosok setan yang dimaksud, Fahri tidak menjelaskan wujudnya. Tetapi ia menyebutkan jika setan itu akan terus menggerus kepercayaan umat dan ia menyerukan untuk tetap memusuhinya sampai hari akhir.

Baca juga: Untuk Perbaiki Citra Buruk Karena Setnov, Pengamat Sebut Golkar Harus Pilih Sekjen dengan Tiga Kriteria Khusus Ini

“Dia musuh abadi kita. Kita berkumpul kembali dalam rangka permusuhan abadi kepada setan. Kita tidak pernah berhenti memusuhinya sampai kiamat,” jelas Fahri.

Di dalam orasi tersebut, Fahri juga menceritakan secara singkat terbentuknya Republik Indonesia. pada zaman kerajaan Islam  terdapat ulama sebagai penasehat raja. Bagitu musuh datang raja kemudian meminta fatwa.

“Saat itu pula terjadi fi sabilillah, jihad di jalan Allah SWT untuk mengamankan bangsa ini,” kata dia.

Tetapi sekarang ini, papar Fahri, ia merasa ironi lantaran fatwa, ulama, kalimat takbir seakan menjadi musuh negara.

Baca juga: Blak-blakan! Yorrys Ungkap Isi Pembicaraan DPD 1 Golkar Se-Indonesia dengan Jokowi

“Ini terminologi jihad, syahadat, takbir, semuanya ingin dikriminalisasi. Semuanya dimasukkan dalam kategori hate speech,” kata Fahri.

Tak hanya Fahri Hamzah saja yang berorasi, ada Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Namun pentolan FPI itu memberikan pidatonya dari Arab melalui streaming.

“NKRI bersyariah adalah NKRI yang beragama, bukan atheis, komunis atau tanpa agama. NKRI bersyariah adalah NKRI yang berketuhanan Yang Maha Esa, NKRI bersyariah NKRI menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa, yang sujud dan patuh pada Ketuanan Yang Maha Esa,” ujar Rizieq, Sabtu (2/12/2017), seperti yang diwartakan oleh Detik.com