Tak Disangka! Bondan Winarno Ternyata Sudah Dihantui Penyakit Mematikan Ini Sejak 2005

Bondan Winarno Tutup Usia


SURATKABAR.ID – Selama ini sosok Bondan Winarno lebih dikenal sebagai presenter acara kuliner. Namun siapa sangka, Bondan Haryo Winarno—demikian nama lengkapnya, sudah dihantui penyakit mematikan sejak 2005 silam. Sosok yang memopulerkan ungkapan “Pokok’e maknyus!” ini wafat dalam usia 67 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pada Rabu (29/11/2017) pagi.

Melansir laman Tribunnews.com, Rabu (29/11/2017), almarhum sempat menjelaskan riwayat penyakit yang dideritanya kepada anggota Jalansutra, komunitas wisata boga yang ia gagas. Ia didiagnosa mengidap penyakit pembuluh darah saat berobat di Kuala Lumpur pada 2015 lalu. Bahkan ketika itu pun pihak dokter menyebut Bondan sedang ‘mengantongi bom waktu’.

“Dalam bahasa medis, penyakit ini disebut: aorta aneurysm. Menurut Dr. Soo, tiap tahun perlu diawasi apakah membesar dan perlu tindakan operasi. Katanya: saya seperti membawa bom waktu yang setiap saat bisa pecah dan mematikan saya,” tulis Bondan seperti dikutip dari akun Facebook Jalansutra, Rabu (29/11/2017).

Rupanya, dokter yang menangani Bondan mengklaim bahwa ia harus meminta bantuan dokter bedah asal Jepang.

Baca juga: Resmi! Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ujaran Kebencian Terkait Ahok

“Dr. Soo juga mengaku bahwa dia bukan ahlinya di bidang aneurysm. Bila perlu pembedahan, dia harus mengundang dokter bedah dari Jepang. Biaya diperkirakan Rp 600-700 juta,” Bondan menambahkan.

Selang beberapa lama setelahnya, Bondan melanjutkan pemeriksaan oleh dokter ahli jantung yang mendiagnosis katup aorta Bondan bocor.

Pada 27 September 2017, Bondan sempat menjalani operasi penggantian katup aorta dan penggantian aorta yang mengalami dilatasi.

Namun takdir berkata lain, usai melewati rangkaian perawatan medis, Bondan akhirnya meninggal dunia pada Rabu (29/11/2017) pagi di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Rencananya, jenazah Bondan disemayamkan di Sentul City.

Pernah Jadi Wartawan Investigasi yang Bongkar Fenomena Menghebohkan

Beberapa waktu belakangan, Bondan Winarno memang lebih popular sebagai presenter acara kuliner. Namun tak banyak yang tahu menyoal kiprah almarhum sebagai wartawan investigasi yang membongkgar sebuah fenomena besar.

Sebelum memilih karier sebagai pakar kuliner, Bondan ternyata seorang penulis dan wartawan dengan berbagai keahlian. Tak tanggung-tanggung, ia pernah membuat sebuah karya jurnalistik dari hasil investigasi mendalamnya.

Buku investigasinya tersebut berjudul BreX: Sebungkah Emas di Kaki Pelangi (1997).

Berdasarkan pantauan tim wartawan dari kumpulan komentar di laman goodreads.com soal buku Bondan ini, ada yang menyebutkan buku ini merupakan bukti dari kualitasnya sebagai wartawan investigasi jempolan.

Pujian tersebut tak berlebihan mengingat dalam karyanya itu, Bondan mampu mengungkap fraud paling menghebohkan dalam sejarah pertambangan Indonesia.

Apalagi menurut netizen, Bondan hanya membutuhkan waktu dua bulan untuk melakukan penelusuran investigasinya tersebut.

Netizen bernama Aklam Panyun tersebut menuturkan, sebagaimana dikutip dari laman Tribunnews.com, dari semua fakta yang dikuak Bondan di buku itu, ada bagian paling menarik yakni ungkapan Istri Guzman.

Pasalnya, Istri Guzman meyakini bahwa suaminya belum meninggal.

“Melalui buku ini Bondan memang membuktikan kualitasnya sebagai wartawan investigatif jempolan yang mampu mengungkap fraud paling menghebohkan dalam sejarah pertambangan Indonesia. Dan hebatnya, Bondan mengaku hanya butuh dua bulan untuk melakukan penelusuran investigatif. Tapi, dari semua fakta yang diungkap, bagian paling menarik justru terdapat di halaman lampiran. Dimana Bondan mengungkap pengakuan istri Guzman, yang meyakini bahwa suaminya belum mati,” tulis seorang netizen di kolom review buku pada 12 November 2012 lalu.

Netizen lain juga menerangkan lebih ringkas dan jelas soal isi buku investigasi Bondan ini. Bre-X dijelaskan sebagai sebuah perusahan pertambangan emas dari Kanada. Bre-X mengklaim menemukan cebakan emas terbesar di dunia di Busang, Kalimantan. Saat itu hal tersebut menjadi sebuah fenomena besar.

Dari buku ini Bondan menyibakkan berbagai hal, mulai dari awal terbentuk hingga kejatuhan Bre-X beserta hal-hal lain yang bersangkutan.

Menurut akun bernama Sandra Sopian, setidaknya buku ini mengabadikan sebuah peristiwa kelam di dunia mineral atau pertambangan dunia. Pembaca menjadi tahu, bahwa pernah terjadi suatu perusahaan dengan geolog-geolognya yang menipu dan mengakali dunia. Karena pasalnya, Busang tidak pernah benar-benar menyimpan cebakan emas seperti yang digembar-gemborkan oleh Bre-X.

Setelah membaca buku itu, bahkan netizen menyebutkan bahwa ternyata memang proyek-proyek itu ada intriknya.

Baca juga: KPK Blokir Rekening Setnov Sejak 2016, Pengacara Mengaku Tak Tahu Apa Alasannya

“Bagus Banget. Ternyata emang proyek2 itu ada intriknya… Yang suka investigasi harus baca ini!! Terutama sekali karena ini benar2 pernah terjadi dan belum terungkap sampai sekarang,” demikian seorang netizen bernama Devi menuliskan pendapatnya.