Blak-Blakan! Dedi Mulyadi Sebut Tokoh Ini Didukung Jokowi untuk Gantikan Novanto


SURATKABAR.ID – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP.

Karena penangkapan ini, sejumlah kader Partai Golkar ingin agar posisi Novanto digantikan oleh orang lain. Pergantian kepemimpinan ini dimaksudkan agar citra Partai Golkar tak semakin anjlok menjelang Pemilu 2019.

Terkait keinginan kader ini, Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa Koordinator Bidang Ekonomi DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto merupakan salah satu calon pengganti Novanto.

Tak cuma itu, Dedi juga blak-blakan mengatakan, Airlangga telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Baca juga: Jleb! Diminta Netizen Tegur Amien Rais, Begini Jawaban Menohok Mahfud MD

“Airlangga Hartarto kemarin sudah bertemu presiden berdasarkan pembicaraan saya melalui telepon dengan Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) menyatakan bahwa presiden mendukung penuh Pak Airlangga untuk maju di munaslub,” tutur Dedi, seperti dilansir jawapos.com.

Dedi melanjutkan, usulan Munaslub ini merupakan respon atas pendapat rakyat yang ingin adanya pembenahan terhadap Golkar. Terlebih setelah Novanto ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap KPK.

“Kita ini menangkap aspirasi yang tumbuh di masyarakat untuk melakukan perubahan dari sisi koridor organisasi,” lanjut Dedi.

Senada dengan Dedi, Dewan Penasihat MKGR Kosgoro Gandung Pardiman mengatakan bahwa kader daerah terus berupaya mendorong partai agar segera melakukan Munaslub. Sebab, Munaslub dinilai dapat menjadikan keadaan Golkar lebih baik.

“Kami dari kader daerah, berusaha mendorong bagaimana Golkar lebih baik. Maka munaslub itu tidak bisa ditawar-tawar lagi,” ujar Pardiman di Sleman, Yogyakarta, Minggu (26/11/2016).

Baca juga: Terkait Kabar Alexis yang Ganti Nama, Sandiaga: Serius Jadi 4Play?

Sementara itu, peneliti senior CSIS J Kristiadi berpendapat bahwa seharusnya Novanto memikirkan nasib partainya. Apalagi, Novanto sempat mengirimkan surat agar dia tak diturunkan dari posisinya.

“Novanto harus mundur kalau dia mau Golkar di masa akan datang lebih baik, dan saya kira bisa menjadi pupuk yang akan menyuburkan Golkar sebagai partai besar, kalau dia bertahan berarti dia menggali kubur untuk menguburkan Golkar sendiri,” tegas Kristiadi, Jumat (24/11/2017) lalu.