Wow! Permen Kopiko Ikut Nangkring di Pesawat Luar Angkasa, Mayora Beri Tanggapan Begini


    SURATKABAR.ID – Bukan rahasia lagi jika produk Indonesia digilai tak hanya oleh bangsa sendiri. Cukup banyak produk nusantara yang menjadi pujaan di berbagai negara. Misalnya Indomie, Tolak Angin. Dan baru-baru ini Kopiko merebut perhatian dunia usai ikut nangkring di pesawat luar angkasa.

    Foto permen rasa kopi khas ini menggemparkan jagad maya, usai sebuah unggahan dari akun Instagram resmi International Space Station @iss, yang menunjukkan berbagai macam hidangan khas Thanksgiving dari para astronot di International Space Station. Dari aneka makanan, salah satunya adalah permen buatan PT Mayora Indah Tbk, dilansir Kompas.com.

    Menanggapi viralnya foto permen Kopiko penghilang rasa kantuk ini, Corporate Secretary Mayora Indah Yuni Gunawan menyatakan, bahwa bukan hanya permen Kopiko saja yang diekspor ke seluruh dunia, namun termasuk berbagai macam makanan dan minuman lain produksi perseroan ini.

    “Kopiko sudah dipasarkan ke hampir seluruh negara di dunia,” jelas Yuni, Jumat (24/11), ketika ditanyai tanggapan terkait beredar luasnya foto permen Kopiko yang turut berpose di dalam pesawat luar angkasa tersebut, dikutip dari laman Kompas.com, Jumat (24/11/2017).

    Baca Juga: Jadi Bulan-bulanan Warga Saat ‘Nyelonong’ di Jalur Busway, Begini Klarifikasi Dewi Perssik

    Adapun produk PT Mayora indah Tbk lainnya yang sudah dipasarkan ke seluruh dunia, menurut penjelasan Yuni, ada yang menggunakan nama seperti produk di Indonesia. Namun beberapa ada juga yang menggunakan nama dagang lain.

    Hingga saat ini, produk dari Mayora yang sudah diekspor tercatat sudah hampir mencapai lebih dari 40 persen dari keseluruhan total penjualan. Bahkan produk makanan dan minuman mereka pun menunjukkan adanya peningkatan ekspor.

    “Produk Mayora sudah diekspor ke lima benua di dunia,” tambah Yuni lebih lanjut.

    Dilihat dari catatan keuangan PT Mayora Indah Tbk, pendapatan ekspor pada tahun 2016 mencapai Rp 8 triliun. Padahal itu hanya di negara-negara Asia saja. Namun angka tersebut tetap lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, 2015 di mana hanya tercatat sebesar Rp 7 triliun saja.

    Baca Juga: Bantah Temuan Video Praktik Pungli oleh Satpol PP, Begini Penjelasan Sandi

    Sementara itu dari keseluruhan penjualan Mayora di tahun 2016, diketahui mencapai angka Rp 18,3 triliun, di mana merupakan peningkatan dari angka Rp 14,8 triliun yang didapatkan dari penjualan pada tahun 2015 lalu.