Bocah SD Jago Silat Ini Tewas Usai Dihajar Temannya, Penyebabnya Hal Sepele


    SURATKABAR.ID – Satu lagi kasus perkelahian antar pelajar yang berujung kematian tragis. Seorang bocah siswa Sekolah Dasar (SD) di kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat harus meregang nyawa usai berkelahi dengan salah seorang teman sekelasnya.

    Menurut keterangan yang dikumpulkan dari para saksi, Sabtu (25/11) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, AR (11), yang merupakan siswa SDN Ciapus 2 Banjaran terlibat baku hantam dengan AM (11), yang merupakan siswa SDN Mekarjaya, seperti dihimpun dari laman Detik.com.

    “Dari informasi teman-teman korban, AR diduga tewas setelah berkelahi dengan AM,” jelas Kapolsek Banjaran Kompol Susianti Rachmi yang ditemui di lapangan sekolah SDN Ciapus 2 Banjaran, Sabtu (25/11), seperti dikutip dari laman Detik.com, Sabtu (25/11/2017).

    Insiden perkelahian tersebut terjadi saat pelaksanaan lomba Hari Guru yang digelar di Komplek SDN Ciapus 2 Banjaran. Ketika itu keduanya sedang menyaksikan lomba senam. Dalam rekonstruksi yang dilakukan, terlihat AM menghajar habis AR tanpa ampun.

    Baca Juga: Ajaib! Wanita Ini Keluarkan Puluhan Jarum dari kaki. Begini Penjelasan Dokter

    Teman-teman yang ketika kejadian berada di lokasi tersebut sudah berusaha untuk melerai keduanya. Namun AM tetap melayangkan pukulan demi pukulan hingga korban jatuh tersungkur lantaran sekarat. AR tampak sesekali melakukan perlawanan, tetapi serangan AM lebih mendominasi.

    Usai melihat korban tak berdaya, AM bergegas meninggalkan lapangan. Sementara korban yang sudah tak sadarkan diri tersebut dikerubuti oleh teman-temannya. Pertolongan pertama dilakukan oleh petugas sekolah di lantai kelas.

    Lantaran takut terjadi hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah memutuskan untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun malang, nyawa AR tak tertolong. Bocah tersebut menghembuskan napas terakhirnya di tengah perjalanan menuju ke rumah sakit.

    Yang mengejutkan adalah alasan AM menghabisi korban. Seperti yang diungkapkan oleh Susianti Rachmi yang ditemui usai memimpin jalannya pra rekonstruksi di lapangan sekolah “Untuk motifnya setelah saya tanya, korban menyetel motor bising dan mengganggu pelaku.”

    Baca Juga: Ngilu! Kulit Bocah 5 Tahun Ini Melepuh Usai Minum Obat, Eh Begini Penjelasan Dokternya

    Sementara itu, penjaga sekolah Asep Aji (44) yang usai kejadian langsung membawa korban ke teras kelas demi lemakukan penanganan pertama tersebut mengungkapkan, AR adalah sosok anak yang baik dan aktif. Hubungannya dengan korban cukup dekat, lantaran AR merupakan murid perguruan silatnya.

    “Korban langsung dibawa ke rumah sakit, setelah di rumah sakit langsung meninggal. Saya tidak percaya dengan kejadian ini, saya mengenal kedua anak itu baik,” jelas Asep Aji ketika dimintai komentar terkait peristiwa tragis tersebut.