Siksa Tahanan Koruptor, Arab Saudi Sewa Tentara Bayaran AS?


SURATKABAR.ID – Tentara bayaran Amerika Serikat, yakni Blackwater, diduga disewa oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, yang dikenal dengan panggilan MBS untuk mengintogerasi bahkan menyiksa pangeran dan pengusaha milarder yang tertangkap dalam operasi antikorupsi di kerajaan tersebut.

Seperti diberitakan tempo.co, keterangan di atas diungkapkan salah seorang sumber di kerajaan Arab Saudi kepada media Daily Mail.

Dikabarkan bahwa korupsi putra mahkota dan sejumlah pengusaha miliarder yang tertangkap itu konon membuat  Arab Saudi kehilangan kekayaannya sebanyak US$100 miliar, setara dengan sekitar Rp 1300 triliun.

Sebelumnya, sebagai upaya memberantas korupsi, Raja Salman membentuk Komisi Antikorupsi Arab Saudi dan menunjuk Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman sebagai kepalanya. Tercatat, Mohammed menginstruksikan untuk penangkapan massal dan berhasil menjaring 208 orang, sedangkan tujuh di antaranya sudah dilepas.

Ada sekitar sebelas pangeran, empat menteri aktif, ratusan pejabat yang masih aktif, mantan pejabat, dan pengusaha miliarder negara itu yang ditangkap dalam operasi pemberangusan praktek korupsi.

Penangkapannya itu sendiri disertai juga dengan ‘interogasi’ yang mana menurut sebuah sumber, interogasinya dilakukan oleh tentara bayaran Amerika.

“Mereka memukul, menyiksa, menampar, menghina para tahanan. Mereka ingin menghancurkan semuanya,” kata sumber tersebut, dikutip dari tempo.co yang juga melansir dari Daily Mail.

Sumber ini juga menyebut, Hotel The Ritz Carlton di Riyadh dijaga pasukan khusus Saudi. Kendati demikian, interogasi dilakukan Blackwater, yang sekarang berganti nama menjadi Academi.

Penyewaan pasukan bayaran Blackwater ini juga diungkap oleh sebuah akun Instagram whistleblower Saudi yang terkenal, @Ahdjadid. Akun yang mengunggah apa yang dikatakannya sebagai informasi orang dalam ini mengklaim bahwa Mohammed bin Salman telah membawa setidaknya 150 penjaga ‘Blackwater’.

“Kelompok tentara bayaran Blackwater pertama tiba di Arab Saudi seminggu setelah penggusuran bin Nayef [pendahulu Salman sebagai putra mahkota]. MBS mengirim beberapa dari mereka untuk mengamankan tempat penahanan Nayef dan sisanya digunakan untuk melindungi dirinya sendiri.”

Selain itu, masih dilansir dari tempo.co, klaim penyiksaan juga muncul belum lama ini di sebuah artikel di New York Times. Di sana disebut bahwa seorang dokter di rumah sakit di Riyadh dan seorang pejabat AS menyatakan bahwa sebanyak 17 tahanan telah menjalani perawatan medis.

Baca Juga: Korban Tewas Teror Bom di Masjid Al Rawdah Mesir Terus Bertambah. Jumlahnya Mencengangkan

Terkait penangkapan putar mahkota, pejabat, dan pengusaha miliarder ini, juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington pun kepada New York Times mengatakan bahwa penangkapan ditujukan untuk menangani kejahatan ‘kerah putih’. jaksa penuntun Umum di Saudi pun menyatakan penangkapan tersebut ‘mematuhi undang-undang dan peraturan yang relevan’.

Hubungan Arab Saudi dengan Blackwater sebelumnya sempat diungkapkan oleh presiden Lebanon melalui media sosial. Di akun Twitter pribadinya, Presiden Lebanon, Michel Aoun, menyatakan bahwa mantan perdana menteri Saad Hariri ditahan di Riyadh oleh penjaga Blackwater. Namun tweet tersebut kemudian dihapus.

“Pihak berwenang Lebanon telah mengonfirmasi informasi bahwa perusahaan Blackwater menjaga Hariri dan keluarganya – bukan pasukan keamanan resmi Saudi,” kata Michel Aoun pada Rabu pekan lalu, dikutip dari tempo.co.

Putra Mahkota sekaligus ketua Komisi Antikorupsi Arab Saudi yang ditunjuk Raja Salman, Mohammed bin Salman, telah menangkap sekurang-kurangnya 40 pangeran dan lebih dari 200 pengusaha, pejabat militer serta mantan pejabat.