Mengharukan! Nenek Majenah Menangis Saat Rumahnya Dibedah Aparat Cirebon


SURATKABAR.ID – Nenek Majenah yang berusia 82 tahun menangis penuh haru saat rumahnya dibedah. Rumah yang ditempatinya di Kota Cirebon tersebut memang sudah tidak layak. Majenah sangat bersyukur karena pemerintah menunjukkan kepedulian terhadapnya.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dari tiga pilar Kota Cirebon yakni Wali Kota Cirebon, Polres Cirebon, dan Dandim Cirebon terhadap masyarakat yang tidak mampu,” urai Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid Bachtiar, seperti dikutip dari reportase Detik.com, Jumat (24/11/2017).

Bedah rumah ini dilakukan setelah Adi Vivid mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai  kondisi Majenah yang memprihatinkan. Majenah merupakan seorang janda yang tinggal di Kampung Cantilan RT 03/08 Pulasarean, Pekalipan, Cirebon. Nenek lansia itu tinggal bersama anak perempuannya yang bernama Farida (51), yang juga seorang janda.

“Seminggu sebelumnya saya melakukan silaturahmi Kamtibmas dengan Ketua RW 08 dan warga Kampung Cantilan, saya mendengar ada warganya yang tinggal di rumah tidak layak,” sambung Adi.

Baca juga: Keren! Terobosan Tiongkok, Pesawat Tenaga Minyak Goreng Ini Telah Sukses Mengudara

Mengajak Pemkot Cirebon dan TNI

Mendengar hal itu, Adi langsung mengecek ke rumah yang dimaksud. Adi kemudian mengajak pihak Pemkot Cirebon dan TNI untuk sama-sama merenovasi rumah nenek Majenah.

“Iya kondisinya bisa dibilang sangat memprihatinkan, atapnya banyak yang bocor dan hampir rubuh,” ungkap Adi.

Hari Kamis (23/11/2017) kemarin, Adi bersama Wali Kota Cirebon Nasrudin dan Dandim 0614 melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah nenek Majenah. Warga setempat ikut bergotong-royong membedah rumah nenek Majenah.

“Alhamdulillah, saya bersyukur. Terima kasih sudah bantu,” ujar Majenah sambil menangis.

Polisi Renovasi Gubuk Reyot Nenek Tiyem

Beralih ke Bogor, di usianya yang sudah senja, Nenek Tiyem (80) tak bisa menikmati sisa hidupnya dengan tenang. Selain masih harus menghidupi dirinya sendiri, Tiyem juga harus tinggal di rumah yang tak layak.

Di sebuah rumah yang lebih mirip gubuk di Kampung Curug RT 04/02 Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Tiyem tinggal sebatang kara ditemani seekor kucing. Suaminya meninggal dunia 30 tahun lalu.

“Anak juga nggak punya, Nenek mah,” ujar Tiyem di gubuknya, Senin (20/11/2017), seperti dilansir dari laman Detik.com.

Tiyem tinggal di rumah berukuran 2,5 x 6 meter dengan dinding dari batako tanpa plester. Lantai beralas tanah sering kali menjadi becek dan berlumpur lantaran kondisi atap yang terbuat dari asbes sudah rusak.

Tiyem sering kerepotan saat malam tiba, apalagi ketika musim hujan. Ia harus menahan dinginnya malam karena rumahnya bocor di sana-sini.

“Nenek sudah di sini dari tahun 1955,” ujarnya.

Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk makan sehari-hari pun Tiyem tidak mampu. Penghasilannya sebagai pencari rumput untuk ternak kambing terkadang tidak mencukupi untuk keperluan sehari-harinya.

“Kadang ada tetangga yang suka kasihan, terus ngasih Nenek makan,” imbuhnya.

Berkat uluran tangan dari pihak Polres Bogor, Tiyem kini bisa hidup lebih layak. Polisi membangun rumahnya lebih kokoh lagi, lengkap dengan fasilitas tempat MCK (mandi, cuci, kakus), yang sebelumnya tidak ada.

“Alhamdulillah, senang,” ungkap Tiyem.

Pada Senin (20/11/2017) lalu, Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto melakukan peletakan batu pertama untuk mengawali proses renovasi tersebut. Agung menyebutkan upaya itu merupakan wujud kepedulian polisi terhadap sesama.

Baca juga: Catat! Tak Hanya Sebabkan Diabetes, Inilah Sejumlah Bahaya Akibat Menahan Tangis

“Ini merupakan wujud kepedulian polisi terhadap masyarakat yang membutuhkan. Semoga ini dapat membantu Nenek Tiyem,” tandas Agung saat peletakan batu pertama.