Keren! Terobosan Tiongkok, Pesawat Tenaga Minyak Goreng Ini Telah Sukses Mengudara


SURATKABAR.ID – Guna menekan emisi karbon, Negeri Tiongkok membuat sebuah terobosan baru bahan bakar pesawat terbang yang dibuat dari bio (biofuel) sisa minyak goreng. Sebuah maskapai asal China, Hainan Airlines, berhasil menyelesaikan penerbangan komersial yang perdana dengan menggunakan bahan bakar ramah lingkungan tersebut.

Dikutip dari reportase Kompas.tv, Jumat (24/11/2017), pesawat Hainan Airlines Boeing 787-8  dengan penerbangan 497 berhasil mendarat di bandara internasional O’Hare di Chicago, Amerika Serikat, Selasa (21/11/2017) waktu setempat. Penerbangan internasional tersebut berhasil dilakukan setelah terbang menempuh jarak lebih dari 11.000 km (6,835 mil).

Sementara itu, menurut pernyataan pihak Boeing, penggunaan bahan bakar biofuel disediakan oleh pihak  China National Aviation Fuel—yang merupakan sebuah perusahaan energi terbesar di Cina Sinopec.

Sebelumnya, penerbangan komersial dari Shanghai ke Beijing juga sempat dilakukan oleh maskapai Hainan Airlines dalam rangkaian uji coba tersebut, seperti dilansir dari laporan Tribunnews.com.

Baca juga: Riset Siswa SMA Ini Ditolak 11 Kali di Indonesia, Siapa Sangka Google Malah Mengundangnya!

Uji coba dilakukan dengan menggunakan pesawat jenis Boeing 737. Sementara untuk campuran bahan bakar adalah 50 banding 50, antara bahan bakar jet konvensional dan biofuel yang terbuat dari “limbah minyak goreng yang dikumpulkan dari restoran di China,” tutur seorang juru bicara Boeing kepada kantor berita AFP.

Penerbangan biofuel ini merupakan bagian dari proyek kerjasama “green aviation” atau penerbangan ramah lingkungan antara China dan AS.

Bahan Bakar Masa Depan

Sebelumnya, pada tahun 2015, maskapai berbasis Haikou meluncurkan penerbangan penumpang biofuel pertama China di rute domestik yang dioperasikan oleh Boeing 737-800.

Pada tahun 2011, Air China mengoperasikan penerbangan uji biofuel pertama menggunakan Boeing 747-400 yang didukung sebagian dengan bahan bakar berbasis jatropha (minyak jarak pagar—biodiesel), seperti diberitakan dalam Air Transport World.

Biodiesel adalah bahan bakar untuk mesin diesel (solar) berbahan baku lemak hewani ataupun nabati yang mengandung gugus alkyl ester rantai panjang.

Saat ini, bahan baku dari lemak nabati lebih dominan dan sudah mencapai skala industri. Minyak kelapa sawit merupakan salah satu bahan baku biodiesel yang cukup produktif. Namun, penggunaan minyak kelapa sawit juga mendorong meningkatnya harga jual produk-produk lain yang berbahan baku sama (terutama minyak goreng).

Dalam pengembangannya, bahan baku dari minyak yang tak dapat dikonsumsi (non-edible) manusia lebih diutamakan, karena dapat mencegah berkurangnya suplai dan meningkatnya harga pangan dunia.

Baca juga: Kembali Demo, Ini Sebabnya Ojek Online Tuntut Pemerintah Segera Keluarkan Regulasi

Salah satu bahan baku yang sempat direkomendasikan untuk pengembangan biodiesel adalah jarak pagar (jatropha curcas). Jarak Pagar dinilai memiliki potensi untuk menjadi substitusi kelapa sawit sebagai bahan baku biodiesel. Namun Jarak Pagar membutuhkan penanganan pasca panen yang lebih sulit relatif terhadap kelapa sawit.

Berikut adalah videonya: