Golkar Pertahankan Setnov, PDIP Sebut Itu Melawan Keinginan Publik


    SURATKABAR.ID – DPP Golkar rupanya masih tetap mempertahankan Ketua Umumnya Setya Novanto agar tetap menduduki kursi ketua DPR.

    Walau kini Setya Novanto telah resmi ditetapkan dengan status tersangka, dan sekarang sedang mendekam di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran terlibat kasus e-KTP.

    Mengenai hal ini, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Komarudin Watubun menyampaikan penilaiannya.

    Baca juga: Diduga Terlibat Kasus E-KTP, Istri Setya Novanto Ikut Dicekal KPK

    Dia mengatakan bahwa apapun keputusan dari Partai Golkar tidak sejalan dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat luas. Pasalnya, publik menginginkan Setya Novanto tidak lagi memimpin DPR.

    “Saya pikir ini melawan dan berhadapan dengan keinginan publik,” kata Komarudin saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/11) seperti dikutip dari Jawapos.com.

    Anggota Komisi II DPR ini juga mencontohkan tentang media sosial di mana para warganet sudah merasa jengkel terhadap tingkah Setya Novanto. Banyak juga beredar meme dan tagar yang kesannya nyinyir serta menyindir Setya Novanto.

    Baca juga: Benarkah 2018 Diramalkan sebagai Tahun Gempa? Ini Ulasannya

    Diyakini oleh Komarudin bahwa hal tersebut tentunya berimbas terhadap citra DPR. “Ini kritikan yang sangat memalukan kepada lembaga besar DPR ini,” ujarnya.

    Karena itulah, dirinya berarap Partai Golkar melakukan kajian ulang tentang keputusannya. Di mana, mereka tetap mempertahankan Setya Novanto untuk menjabat ketua DPR.

    Lantaran, pria yang juga pernah dekat dengan Mantan Menpora Orde Baru Hayono Isman itu sudah membuat DPR malu. “Karena etikanya ini sudah tidak bisa (tetap jadi ketua DPR). Jadi harus diganti,” tegasnya.

    Baca juga: Mencengangkan, Begini Pekerjaan Setya Novanto Sebelum Jadi Miliuner

    Sementara, Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid mengatakan, sebelum dikeluarkannya putusan praperadilan oleh Majelis Hakim Jakarta Selatan‎, itu berarti Setya Novanto masih tetap dipertahankan untuk jadi Ketua DPR.

    Sebabnya karena Partai Golkar menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah terhadap Setya Novanto. Di mana hal itu adalah bentuk upaya menghormati langkah hukum yang kini tengah diajukan oleh mantan model di Surabaya itu.