10 Cara Ini Cukup Efektif Dilakukan Agar Tak Perlu Lagi Teriak ke Anak


    SURATKABAR.ID – Menjadi orang tua memang sebuah pengalaman paling menarik yang dinantikan oleh setiap pasangan menikah. Namun seiring dengan hadirnya buah hati, tanggung jawab juga datang. Terlebih dengan semakin bertambahnya usia buah hati.

    Yang paling penting dari menjadi orang tua adalah penerapan pola asuh anak. Meskipun kasih sayang orangtua melimpah, namun tak jarang tingkah laku mereka yang sedikit menyebalkan membuat kita ingin marah dan membentak mereka.

    Namun perlu diketahui, berteriak atau pun mengeluarkan kata-kata bernada negatif kepada anak akan memberikan dampak buruk. Tetapi sayangnya, meski kita tak ingin berbuat demikian, terkadang sebagai orang tua kita pun tak menyadari telah berteriak.

    Dilansir dari laman theasianparent.com, dengan 10 cara sederhana ini, Anda sebagai orang tua dapat mengurangi dan akhirnya berhenti berteriak pada buah hati tercinta:

    Baca Juga: Sadisnya Kebangetan! Ibu B***h Anak di Kebon Jeruk Ini Ternyata Tiru Kisah dalam Sastra

    Anak Akan Ingat Pengalaman Buruk

    Tiap kali Anda akan berteriak pada anak, bayangkan pengalaman buruk yang akan mereka alami. Secara psikologis, mereka akan mengingat setiap peristiwa buruk dalam hidupnya. Jangan sampai Anda dikenang sebagai orang tua yang jahat, lantaran sering berteriak dan memaki.

    Lakukan Latihan Amarah Sederhana

    Untuk menghindari keinginan berteriak pada buah hati, Anda bisa melakukan latihan mudah. Caranya ambil napas dalam dan hitung dari angka 1 hingga seterusnya dalam hati. Setelah itu tarik napas dalam-dalam. Jika tak berhasil, Anda bisa pergi ke ruangan kedap suara dan berteriaklah sekerasnya.

    Selain Marah Ada yang Lebih Efektif

    Ingatlah untuk membedakan antara tegas dengan galak. Dan dengan menunjukkan sisi Anda yang galak, anak-anak justru hanya semakin melakukan perlawanan kepada Anda. Pasalnya mereka melihat Anda sebagai orang tua yang tidak memiliki wibawa.

    Marah dan Teriak Buruk untuk Keluarga

    Ketahuilah bahwa berteriak dan marah-marah tak hanya buruk bagi keluarga, melainkan juga diri Anda sendiri. Tubuh Anda akan merasa cepat lelah dengan mengomel-ngomel pada anak-anak hanya karena kesalahan kecil. Terlebih kebiasaan itu dapat membawa pengaruh buruk pada hubungan pasangan.

    Baca Juga: Generasi Micin Bikin Ulah! Pasangan ABG Ini Tercyduk Enak-Enakan ‘Begituan’ di Kolam Renang

    Tanamkan Komitmen Berhenti Marah

    Pahamilah, untuk menghentikan kebiasaan dari marah-marah dan berteriak dibutuhkan komitmen kuat dari setiap individu. Hal ini memang dibutuhkan waktu. Tak jauh berbeda dengan keinginan untuk berhenti merokok. Namun tetap bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan.

    Coba Tunda Reaksi Negatif Anda

    Jika anda sanggup menunda reaksi negatif, maka hal ini akan semakin mudah untuk menghilangkan kebiasaan marah. Cobalah untuk meninggalkan ruangan. Anda juga bisa hanya berdiam diri sambil menarik napas panjang.

    Hati-hati, Anak Bisa Meniru Anda

    Adalah hal alamiah, setiap anak merupakan mesin peniru yang paling handal. Dengan Anda menunjukkan diri yang pemarah dan mudah tersulut emosi, mereka akan menanamkan bayangan itu untuk kemudian diterapkan di kemudian hari.

    Disiplin Berbeda dengan Teriak

    Untuk mengajarkan kedisiplinan pada anak, bukan dengan cara memarahi mereka atau meneriakkan perintah-perintah Anda. Mendengarkan teriakan dari orang tua hampir setiap saat, justru dapat membuat buah hati tumbuh menjadi sosok pembohong.

    Baca Juga: Mahasiswi Ini Lelang Keperawanan, Eh Ternyata Ada Artis yang Ikut Menawar. Siapa Dia?

    Pelajari Pola yang Bikin Marah

    Hafalkan seperti apa pola peristiwa yang biasanya membuat Anda marah. Jika Anda sudah mengetahuinya, maka akan lebih mudah untuk mengatasinya ketika emosi negatif datang. Jangan sampai mematahkan pola tersebut, pasalnya anak juga memiliki pola mereka sendiri.

    Jangan Ragu untuk Minta Maaf

    Tips yang terakhir jika Anda terlanjur berteriak pada anak, yang perlu dilakukan adalah segera meminta maaf kepada mereka. Tak hanya secara lisan, Anda juga dapat meminta maaf dengan memeluk buah hati. Akui Anda menyesal telah berteriak pada mereka dan katakan itu hanya kesalahan.