JK “Kapok” Jadi Wapres, Begini Tanggapan Santai Jokowi


    SURATKABAR.ID – Beberapa hari lalu, Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan bahwa dirinya tak akan mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019.

    JK mengatakan bahwa ia ingin beristirahat. Apalagi, pria 75 tahun ini telah dua kali menjabat sebagai wakil presiden (wapres) RI.

    Terkait pengakuan mengejutkan ini, Jokowi mengatakan bahwa JK belum menyampaikan keinginan tersebut secara langsung pada dirinya. Jokowi menegaskan, selama ini ia dan JK hanya membicarakan seputar pekerjaan.

    “Setiap hari ketemu. Kalau komunikasi urusan kerja. Tidak sampai urusan itu,” tutur Jokowi di Balai Kartini, Senin (20/11/2017), dilansir cnnindonesia.com.

    Baca juga: Setya Novanto Ditahan KPK, Ramalan Nazarudddin 3 Tahun Lalu Jadi Omongan. Apa Isinya?

    Sebelum menjabat sebagai wapres mendampingi Jokowi, JK juga sempat mendampingi Presiden keenam Susilo Bambang Yudhonono (SBY) pada periode 20 Oktober 2004-20 Oktober 2009.

    Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie juga sempat menyinggung hal ini 23 Mei 2017 lalu. Menurutnya, Golkar perlu membahas siapa sosok yang cocok untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

    Selain itu, dalam acara buka puasa bersama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Istana Wakil Presiden yang digelar 15 Juni 2016 lalu, Aburizal Bakrie juga sempat mengungkitnya.

    Lebih lanjut, dia menyebut bahwa wapres ideal untuk Jokowi sebaiknya dari luar Jawa. Jokowi yang nasionalis juga akan lebih baik jika memiliki wapres yang religius. Hal ini bertujuan untuk memperluas cakupan suara Jokowi.

    Sementara itu, politikus PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, jika memang tak ingin lagi menjadi wapres, JK dianggap cocok dan diharapkan menjadi ketua tim pemenangan Jokowi pada Pilpres 2019.

    Baca juga: Setnov Minta Perlindungan Jenderal Tito, Polri: Sama Saja Semacam Mengadu Domba ke KPK

    Harapan Tjahjo ini sudah ditolak secara halus oleh JK. Juru bicara JK, Husain Abdullah, memastikan bahwa JK akan fokus pada tugas negara hingga masa jabatannya berakhir.

    “Bapak sebagai Wakil Pak Jokowi tentu harus in charge bertugas untuk tetap membantu Pak Jokowi mensukseskan pemerintahannya. Pak JK harus tetap mem-backup tugas-tugas dari Pak Jokowi sampai akhir masa pemerintahannya,” ujar Husain, Agustus 2017 lalu.