Berjasa Bebaskan Sandera di Papua, Ini Imbalan Luar Biasa Jenderal Gatot pada 58 Prajurit TNI


SURATKABAR.ID –  Kepada 58 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang turut terlibat dalam pembebasan sandera di Desa banti dan Kimbely, Tembagapura, Mimika, Papua, sudah menanti imbalan luar biasa dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, berupa kenaikan pangkat.

Menurut informasi, pada Jumat (17/11), tim gabungan dari TNI dan Polri sukses membebaskan sekitar 344 sandera yang merupakan warga sipil dari aksi penyekapan kelompok bersenjata. Korban disebutkan tidak mendapatkan akses terhadap apapun, diwartakan Tempo.id.

“Gerakan separatis ini sudah melakukan pembunuhan, kemudian melakukan penyanderaan. Penyanderaan itu bukan disekap dalam satu ruangan, melainkan di suatu lokasi dan membuat mereka tidak bisa ke mana-mana, tidak mendapat layanan apapun, pendidikan, kesehatan dan lainnya,” jelas Jenderal Gatot Nurmantyo, Minggu (19/11), dikutip dari laman Tempo.id, Minggu (19/11/2017).

Seperti yang diungkapkan oleh Gatot Nurmantyo, warga korban penyanderaan tersebut mengalami penderitaan lantaran disekap di area terisolasi yang menyebabkan mereka tidak dapat memenuhi segala kebutuhan. Bahkan sandera wanita mendapatkan perlakuan tidak pantas.

Baca Juga: Duh, Ada-Ada Saja! 4 Spanduk Lantas Kepolisian Ini Bikin Ngakak. Yang Terakhir Paling “Jlebb”

“Para sandera juga terintimidasi, bahkan 12 wanita dilaporkan mengalami kekerasan seksual,” papar Panglima TNI yang kemudian mengungkapkan sebagian harta milik warga sipil dijarah dan dirampas oleh kelompok separatis tersebut.

Aksi tak bermoral seperti ini diungkapkan oleh Jenderal Gatot Nurmantyo tidak dapat dibiarkan hingga berlarut-larut. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya, melalui aparat TNI bersama dengan Polri harus bekerja sama dalam melakukan penyelamatan terhadap masyarakat sipil.

“Urgensinya, karena penyanderaan sudah dilakukan sejak 1 November dan semakin hari kesehatan para sandera semakin menurun, kelaparan karena persediaan logistik mereka sudah mulai habis, harus segera diambil tindakan tegas,” tambahnya lebih lanjut.

Baca Juga: Sadisnya Kebangetan! Ibu B***h Anak di Kebon Jeruk Ini Ternyata Tiru Kisah dalam Sastra

Namun Gatot menyayangkan satu hal penting. Pasalnya, walaupun pihak TNI dan Polri berhasil membebaskan para sandera, namun kelompok bersenjata yang menjadi pelaku penyanderaan sekaligus penyerangan warga serta aparat belum dapat diamankan. Mereka dikabarkan telah melarikan diri ke arah gunung dan juga hutan di Tembagapura.