Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga Untuk Setnov: Tegar dan Tabah, Tuhan Ora Sare


SURATKABAR.ID – Ketua DPR RI, Setya Novanto, yang saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta, mendapat setidaknya 3 kiriman bunga pada Sabtu (18/11/2017). Salah satunya dikirimkan koleganya di Partai Golkar sekaligus di DPR yakni Bambang Soesatyo. Karangan bunga dari Bambang tiba di RSCM Kencana pada pukul 17.00 WIB.

“Semoga Lekas Sembuh, Bp Setya Novanto, Tegar dan Tabah, Tuhan Ora Sare,” demikian ucapan yang tertera di karangan bunga yang dikirim Bambang. Sebagaimana dikutip dari reportase Kompas.com, Minggu (19/11/2017).

Dirusak Orang Tak Dikenal

Karangan bunga seharga Rp 800.000 tersebut diperlakukan sama dengan dua karangan bunga lain yang telah datang lebih dulu.  Karangan-karangan bunga itu diletakkan di parkiran mobil, di bagian belakang RSCM. Bedanya, karangan bunga itu masih utuh dan tak dirusak.

Sebelumnya, dua karangan bunga lainnya yang dikirimkan untuk Novanto telah dirusak orang tak dikenal. Tak diketahui siapa yang merusaknya.

Baca juga: Terungkap! Ini Sebabnya KPK Tahan Setya Novanto

Dua karangan bunga itu dikirim melalui Adelya Florist yang berlokasi di Rawa Belong, Jakarta Barat.  Bunga pertama dari Rizal Villano SP. Isinya mendoakan Novanto agar lekas sembuh.

“Semoga lekas Sembuh Bapak Setya Novanto—Menuju Indonesia Adil, Jujur, Berintegritas, Bebas Korupsi,” begitu bunyi ucapannya.

Bunga kedua dari Sam Aliano, isinya juga mendoakan hal yang sama, agar Setya Novanto tersebut lekas diberi kesembuhan.

“Semoga lekas Sembuh—Papa Tiang Listrik #Save Tiang Listrik”.

Tahanan KPK

Novanto dirawat RSCM Kencana, Jakarta, sejak Jumat kemarin. Ia dirawat di lantai 7 RSCM Gedung Kencana, kamar 705 dalam kelas Very Important Person (VIP).

Sebelumnya, Novanto sempat dirawat di RS Medika Permata Hijau usai mengalami kecelakaan mobil pada Kamis malam di kawasan Permata Hijau.

Menurut pengacaranya, saat itu Novanto sedang terburu-buru hendak menuju ke studio salah satu stasiun televisi swasta guna mengikuti siaran langsung. Setelah siaran langsung, Novanto berencana mendatangi KPK untuk memberikan keterangan.

Saat itu, KPK memang tengah memburu Novanto lantaran yang bersangkutan berkali-kali tak memenuhi panggilan KPK, baik sebagai saksi maupun tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Sewaktu KPK hendak memanggil paksa dengan mendatangi rumahnya di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan pada Rabu malam, Novanto menghilang. Keberadaannya baru diketahui lagi setelah dia mengalami kecelakaan mobil dan dirawat di RS Medika Permata Hijau.

Baca juga: Setya Novanto Kecelakaan, JK: Biasanya Juga Cepat Sembuh

Kini, meski masih menjalani perawatan kesehatan di RSCM Kencana, namun status Novanto telah menjadi tahanan KPK. Penahanan terhadap Novanto dimulai sejak Jumat (17/11/2017) hingga Rabu (6/12/2017). Adapun untuk masa penahanan adalah 20 hari dan di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur, Cabang KPK.