Akhirnya Brimob Berhasil Bebaskan Warga Papua yang Disandera KKB, Seperti Ini Kondisi di Lokasi


SURATKABAR.ID – Jumat (17/11/2017) Satuan Tugas (Satgas) Brimob dan Satgas Timsus Polda Papua berhasil membebaskan warga Kampung Banti dan Kampung Kimbely, Papua, yang selama ini disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Berdasarkan dari laporan di lokasi terkait dengan kronologi pembebesan tersebut, sebelum melakukan evakuasi, Satgas yang dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol Mathius D. Fakhiri berhasil menguasai dua kampung dan berhasil mengevakuasi warga dengan bus menuju Polsek Tembagapura. Proses ini berlangsung pada pukul 09.30 WIT.

Dilansir dari laman sindonews.com, proses evakuasi warga tersebut disaksikan langsung oleh Asops Kapolri, Kapolda Papua, dan Kabag Ops Brimob, serta Perwira Polda Papua. Untuk proses evakuasinya sendiri berlangsung sampai dengan pukul 12.00 WIT. Meski pada saat proses evakuasi tersebut sempat terjadi penembakkan oleh pihak KKB, warga tetap berhasil diselamatkan.

Secara keseluruhan, proses evakuasi berlangsung secara bertahap mulai dari rombongan pertama masyarakat yang dievakuasi sampai di Mapolsek Tembagapura dengan selamat serta begitu seterusnya.

Sementara itu, diberitakan kompas.com, pada Jumat siang, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto sudah mengkonfirmasi dan membenarkan informasi tersebut. “Info tersebut sudah benar. Sudah diklarifikasi dengan Asops Kapolri (Irjen M Iriawan,” ujarnya.

Baca Juga: Menggetarkan! Pidato Jokowi Ini Disebut Pidato Terbaik Presiden. Penonton Sampai Bereaksi Seperti Ini

Sebelumnya diinformasikan sekurang-kurangnya ada 1.300 orang dari dua desa, yakni Desa Kimbely dan Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang disandera oleh KKB. hal ini diutarakan oleh Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar, Kamis (9/11/2017).

“Saat ini di Kampung Kimbely terdapat sekitar 300 warga non-Papua yang sebelumnya bekerja sebagai pendulang emas dan pedagang oleh kelompok bersenjata dilarang bepergian keluar kampung tersebut,” ungkap Boy Rafli Amar.

Atas peristiwa ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian angka bicara. Ia menyebut petugas terus mengupayakan cara persuasif. Kendati demikian, jika cara tersebut tak berhasil, aparat tak segan untuk bertindak. “Negara tidak boleh kalah. Kita harus lakukan tindakkan,” kata Tito, Kamis (16/11/2017).