Anaknya Bakar Kantor Polres, Perwira Polisi Ini Lakukan Hal Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Eka Fitra Akbar (24) yang merupakan salah satu pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya diketahui merupakan anak dari Iptu Muhamad Nur—seorang perwira polisi. Ia menjabat Kanitreskrim Polsek Plepat. Atas insiden tersebut, Muhamad Nur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Melansir laporan JawaPos.com, Rabu (15/11/2017), Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto menyebutkan, berdasarkan hasil dari pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket), diketahui bahwa pelaku Eka adalah anak dari perwira polisi.

“Anggota Satintelkam Polres Dharmasraya mendapat informasi dari anggota Polres Muaro Bungo bahwa berdasarkan postingan wartawan serta foto-foto pelaku yang beredar di media sosial diperkirakan salah seorang pelaku merupakan warga Muaro Bungo,” beber Rikwanto dalam keterangan tertulis, Senin (13/11/2017).

Beberapa anggota lantas diperintahkan oleh Kasatintelkam Polres Dharmasraya untuk menelusuri ke Muaro Bungo, Provinsi Jambi. Sampai di sana, Kasatintelkam Polres Muaro Bungo Iptu Sukman mempertemukan anggota Satintelkam dengan orang tua laki-laki dari pelaku, yang tak lain Muhamad Nur.

Baca juga: Mahasiswi Turki Gigit Lidah Tukang Ojek Online yang Hendak Memerkosanya Hingga Nyaris Putus

“Diperlihatkan secara langsung foto-foto pelaku pembakaran Mako Polres Dharmasraya kepada orang tua pelaku tersebut,” beber mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.

Setelah diperlihatkan foto, M Nur lantas mengakui bahwa pelaku dengan ciri-ciri rambut panjang tersebut adalah anak kandungnya. Selama ini, anaknya tersebut tinggal di rumah kontrakan di Jalan Damar, Lrg Bulian, No 14, RT/RW 08/03 Kel Pasir Putih, Kec Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.

Menurut dia, keluarga pelaku berharap jenazah dimakamkan di Kabupaten Dharmasraya secara islami. Seperti dimandikan, disalati, dan dikubur secara layak.

“Iptu Muhamad Nur selaku orang tua dan mewakili pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf secara umum kepada Kepolisian dan khususnya kepada seluruh personil Polres Dharmasraya atas perbuatan anaknya yang telah membakar Mako Polres Dharmasraya,” ujar Rikwanto.

Seperti diketahui, insiden pembakaran Mapolres Dharmasraya yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, dilakukan oleh Eka Fitra Akbar (24) dan Enggria Sudarmadi (25). Sesaat setelah melakukan aksinya, keduanya tewas di tangan polisi.

Kronologi Kejadian, Ada Lambang ISIS

Melansir laporan Kompas.com, diketahui Eka Fitra Akbar pernah berniat pergi ke Suriah untuk mengikuti kegiatan di sana. Hal tersebut terungkap setelah polisi memeriksa keluarganya, termasuk ayahnya, Kanit Reskrim Polsek Plepat, Iptu MN.

“EFA pernah bercerita kepada orangtua perempuannya bahwa dirinya ingin berjihad ke Suriah,” tutur Rikwanto melalui keterangan tertulis, Senin (13/11/2017).

Eka Fitra Akbar diketahui hidup terpisah dengan orangtuanya. Ia tinggal di rumah kontrakan bersama istri dan anaknya di Kelurahan Pasir Putoh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Sumatera Barat. Dalam kesehariannya, EFA mencari nafkah sebagai pedagang.

“Kegiatan sehari-hari dari EFA adalah berjualan es tebu,” tambah Rikwanto.

EFA diketahui terakhir kali meninggalkan rumah pada Sabtu (11/11/2017) dengan berjalan kaki. Istri maupun keluarganya tak ada yang tahu ke mana perginya karena ia tak meninggalkan pesan kepada mereka.

Sementara itu, pembakaran tersebut diketahui petugas piket Polres Dharmasraya pada Minggu (12/11/2017) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB.

Mereka mencoba memadamkan api sambil berteriak mencari pertolongan. Beberapa saat kemudian, petugas pemadam kebakaran datang dan berupaya memadamkan api. Saat itulah salah satu petugas melihat ada dua orang mencurigakan yang membawa busur panah dan menembakkannya ke arah petugas.

Petugas kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun, kedua orang itu terus melakukan perlawanan. Polisi kemudian melakukan tindakan tegas dan mengarahkan tembakan kepada kedua orang tersebut.

Baca juga: Heboh Para Pendukungnya Serukan Uninstall Traveloka, Reaksi Anies Baswedan Bikin Adem

Mereka kemudian tertangkap dan dari keduanya polisi mengamankan busur panah, delapan anak panah, dua sangkur, sebilah pisau kecil, sarung tangan hitam, dan selembar kertas yang berisikan pesan.

Kepolisian menemukan lambang ISIS pada tubuh kedua pelaku penyerangan dan pembakaran Mapolres Dharmasraya Sumatera Barat tersebut.